DOKTOR ILMU KIMIA
Pengabdian kepada Masyarakat: Desa Mattirowalie Terima Pelatihan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga untuk Pembuatan Sabun Cair
Administrator · 12 September 2025

Pengabdian kepada Masyarakat: Desa Mattirowalie Terima Pelatihan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga untuk Pembuatan Sabun Cair

Bulukumba, 1 Desember 2023 — Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pelatihan pemanfaatan limbah rumah tangga untuk pembuatan sabun cair di Desa Mattirowalie, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba. Tim pengabdian yang dipimpin oleh Ketua Departemen Kimia FMIPA Universitas Hasanuddin, Dr. St. Fauziah, M.Si., berupaya memberikan pengetahuan dan pemberdayaan kepada masyarakat setempat.

Kegiatan ini dilakukan oleh para dosen Departemen Kimia Unhas, yang mengunjungi Desa Mattirowalie dengan tujuan memberikan alternatif solusi terhadap masalah limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah. Pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi dampak negatif lingkungan dari limbah rumah tangga tetapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat desa untuk menghasilkan produk yang berguna.

Kepala Desa Mattirowalie, H. Jufri Cingga, menyambut hangat kegiatan pengabdian ini dan berharap bahwa pemberdayaan masyarakat ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan desa. “Kami berterima kasih atas upaya tim pengabdian yang memberikan ilmu dan keterampilan baru kepada warga desa kami. Semoga ini bisa memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka,” ujar H. Jufri Cingga.

Dr. Rugaiyah A. Arfah, salah satu dosen Departemen Kimia FMIPA Unhas, memberikan materi dan pelatihan mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, untuk membuat sabun cair. Beliau menjelaskan betapa pentingnya memanfaatkan limbah yang sebagian besar berasal dari dapur untuk diubah menjadi produk yang bermanfaat dan bahkan dapat memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat.

“Minyak jelantah yang sudah tidak layak pakai sebenarnya masih dapat dimanfaatkan. Daripada dibuang begitu saja, kita bisa mengubahnya menjadi sabun cair yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ini bukan hanya cara untuk mengelola limbah, tetapi juga membuka peluang usaha kecil di masyarakat,” jelas Dr. Rugaiyah A. Arfah.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga menginspirasi mereka untuk lebih peduli terhadap pengelolaan limbah rumah tangga dan memanfaatkannya secara berkelanjutan. Dengan kolaborasi antara universitas dan masyarakat, diharapkan tercipta keberlanjutan dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengenalan teknologi sederhana dan kreatif.