Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Andi Masniawati, M.Si. Perkuat Pengembangan Bioteknologi Tanaman
Universitas Hasanuddin kembali menorehkan pencapaian akademik yang membanggakan dengan mengukuhkan Prof. Dr. Andi Masniawati, M.Si. sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Bioteknologi Tanaman pada tanggal 11 Mei 2026. Pengukuhan yang berlangsung dalam suasana khidmat ini dihadiri oleh sivitas akademika Universitas Hasanuddin, keluarga, kolega, serta tamu undangan dari berbagai institusi pendidikan dan penelitian. Pencapaian ini merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi, kontribusi, dan kiprah Prof. Andi Masniawati dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang bioteknologi tanaman.
Dalam pidato ilmiahnya yang berjudul “Bioteknologi Padi Lokal Sulawesi Selatan dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional: Dari Plasma Nutfah ke Biofactory”, Prof. Dr. Andi Masniawati, M.Si. memaparkan pentingnya pemanfaatan dan pengembangan sumber daya genetik padi lokal Sulawesi Selatan sebagai fondasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Beliau menjelaskan bahwa plasma nutfah padi lokal memiliki keragaman genetik yang sangat berharga, terutama sebagai sumber gen untuk ketahanan terhadap cekaman lingkungan, hama, dan penyakit, serta sebagai bahan dasar dalam program pemuliaan tanaman modern. Melalui pendekatan bioteknologi, mulai dari karakterisasi genetik, kultur jaringan, hingga rekayasa dan produksi biomolekul bernilai tinggi, padi lokal tidak hanya berperan sebagai sumber pangan, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi biofactory yang mampu menghasilkan berbagai produk bermanfaat bagi sektor pertanian, kesehatan, dan industri. Inovasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya hayati lokal Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Andi Masniawati, M.Si. juga menekankan pentingnya sinergi antara berbagai disiplin ilmu dalam pengembangan bioteknologi pertanian, mulai dari genetika, biologi molekuler, pemuliaan tanaman, hingga teknologi pangan dan industri berbasis hayati. Menurut beliau, kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, dan sektor industri menjadi kunci dalam mengoptimalkan pemanfaatan plasma nutfah padi lokal sebagai sumber inovasi yang mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di masa depan.

Beliau juga menyoroti peran Universitas Hasanuddin sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang memiliki akses terhadap kekayaan biodiversitas Sulawesi dan Indonesia Timur. Melalui riset bioteknologi yang berkelanjutan, kekayaan sumber daya genetik lokal dapat dikembangkan menjadi produk-produk unggul yang bernilai ekonomi tinggi, sekaligus mendukung kemandirian pangan nasional. Menurutnya, pengukuhan ini bukan hanya menjadi pencapaian akademik secara pribadi, tetapi juga merupakan wujud komitmen bersama dalam memperkuat riset dan inovasi bioteknologi tanaman untuk mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Pengukuhan Prof. Dr. Andi Masniawati, M.Si. sebagai Guru Besar menjadi momentum penting bagi Universitas Hasanuddin dan komunitas ilmiah Indonesia dalam memperkuat peran ilmu bioteknologi tanaman sebagai salah satu pilar pembangunan bangsa. Kontribusi beliau dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya genetik tanaman diharapkan dapat terus mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Selamat kepada Prof. Dr. Andi Masniawati, M.Si. atas pengukuhannya sebagai Guru Besar. Semoga pencapaian ini semakin menginspirasi dan memotivasi untuk terus berkarya, berinovasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang bioteknologi tanaman dan ketahanan pangan nasional.
Penulis: Nenis Sardiani, S.Si., M.Si.