Pameran Foto “Suar Abadi di Tanah Daeng”: Memaknai Keabadian Iman Lewat Visual Bangunan Ibadah
Administrator · 10 Dec 2025
Mahasiswa Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, menyelenggarakan pameran foto bertajuk “Suar Abadi di Tanah Daeng” pada Rabu, 10 Desember 2025, pukul 10.00 WITA hingga selesai di Pelataran Baruga A.P. Pettarani, Universitas Hasanuddin.
Pameran ini merupakan bagian dari implementasi Project Based Learning (PBL) dalam Kurikulum K23 Universitas Hasanuddin, sekaligus menjadi hasil akhir dari mata kuliah Kajian Museum dan Kuratorial yang diampu oleh Fajar Sidiq Limola, S.S., M.Hum., dan Dr. Muslimin A.R. Effendy, M.A.
Tema pameran tahun ini berfokus pada bangunan-bangunan ibadah di Kota Makassar, sebagai ekspresi keberagaman dan spiritualitas masyarakat urban. Melalui rangkaian foto yang menampilkan masjid, gereja, vihara, dan klenteng, para mahasiswa menghadirkan refleksi visual tentang bagaimana keyakinan dan sejarah berpadu dalam arsitektur suci yang berdiri di berbagai sudut kota.
Menurut Fajar Sidiq Limola, selaku dosen pengampu, “Kubah, lonceng, dan berbagai ornamen pada bangunan ibadah bukan sekadar elemen arsitektural, tetapi merupakan simbol tanda bahwa keyakinan niscaya abadi.” Ia menambahkan bahwa setiap bangunan yang ditampilkan dalam pameran dilengkapi dengan kode QR (barcode) yang mengarahkan pengunjung pada narasi sejarah hasil riset mahasiswa selama satu semester. Upaya ini menjadi bagian dari praktik kuratorial digital yang edukatif dan interaktif.
Pameran “Suar Abadi di Tanah Daeng” tercatat menghadirkan 80 pengunjung dari berbagai latar belakang akademik dan masyarakat umum. Dalam sesi apresiasi pengunjung, panitia juga mengadakan pemilihan foto favorit, di mana karya mahasiswa Liska berjudul “Ruang yang Menuntun Jiwa” terpilih sebagai pemenang foto terfavorit berdasarkan voting pengunjung.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis dalam fotografi dan kurasi, tetapi juga membangun dialog kultural tentang toleransi, keabadian keyakinan, dan nilai-nilai kemanusiaan yang hidup dalam ruang-ruang ibadah di Makassar.