Program Studi Destinasi Pariwisata UNHAS Dorong Promosi Digital Desa Wisata Lakkang Melalui Pendekatan Berbasis Masyarakat

Makassar, 3 Juli 2026 – Program Studi Sarjana Terapan (D4) Destinasi Pariwisata, Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin (UNHAS), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Wisata Lakkang, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, pada Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Promosi Digital Desa Wisata Lakkang Melalui Kegiatan Sosialisasi Berbasis Masyarakat” sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan desa wisata melalui pemanfaatan teknologi digital dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh dosen Program Studi Destinasi Pariwisata, mahasiswa, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, serta warga Desa Wisata Lakkang. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi destinasi dan produk-produk lokal sehingga mampu menjangkau pasar wisata yang lebih luas.
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian memberikan sosialisasi mengenai pentingnya pemasaran digital pada sektor pariwisata, strategi membangun citra destinasi melalui media sosial, teknik pembuatan konten promosi yang menarik, serta pemanfaatan berbagai platform digital untuk memperkenalkan potensi wisata dan produk kerajinan khas Desa Wisata Lakkang.
Selain membahas promosi destinasi, kegiatan juga difokuskan pada pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah memiliki produk kerajinan souvenir. Meskipun produk yang dihasilkan telah memiliki kualitas yang baik, sebagian besar pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam memperkenalkan produk kepada calon wisatawan. Oleh karena itu, materi yang diberikan menitikberatkan pada penyusunan strategi pemasaran digital, pengemasan identitas produk (branding), fotografi produk menggunakan telepon pintar, hingga pemanfaatan media sosial sebagai etalase digital.
Ketua tim pengabdian menyampaikan bahwa promosi digital saat ini menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing desa wisata. Keindahan destinasi dan kualitas produk lokal perlu didukung oleh kemampuan masyarakat dalam mengomunikasikan potensi tersebut kepada masyarakat luas melalui media digital.
“Desa wisata tidak cukup hanya memiliki potensi alam dan budaya yang menarik. Kemampuan masyarakat dalam mempromosikan potensi tersebut secara digital menjadi faktor penting agar desa mampu bersaing dan menarik lebih banyak wisatawan. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat Lakkang semakin percaya diri memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan destinasi maupun produk unggulannya,” ungkap tim pengabdian.
Kegiatan pengabdian ini mengadopsi pendekatan Community Based Tourism (CBT) yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengembangan pariwisata. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat didorong untuk berpartisipasi aktif dalam setiap proses pengembangan destinasi, mulai dari pengelolaan potensi wisata hingga promosi yang berkelanjutan.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan berbagi pengalaman antara tim pengabdian dengan masyarakat. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam memasarkan produk dan mengenalkan Desa Wisata Lakkang kepada wisatawan. Berbagai solusi praktis kemudian didiskusikan bersama agar dapat diterapkan sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Destinasi Pariwisata Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin berharap tercipta peningkatan kapasitas masyarakat dalam bidang promosi digital sehingga Desa Wisata Lakkang semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata berbasis masyarakat di Kota Makassar. Di sisi lain, penguatan promosi digital juga diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi produk UMKM lokal, memperluas pasar, serta mendorong terciptanya kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang tidak hanya menghasilkan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal.