SARJANA TERAPAN TEKNOLOGI METALURGI EKSTRAKSI
Professional Universe 2026 Resmi Dibuka, Wakil Dekan II FV Unhas Dorong Kolaborasi Industri
Admin Teknologi Metalurgi Ekstraksi · 2 Mei 2026

Professional Universe 2026 Resmi Dibuka, Wakil Dekan II FV Unhas Dorong Kolaborasi Industri

Wakil Dekan II Fakultas Vokasi (FV) Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Ir. Zainuddin, M.Si., secara resmi membuka kegiatan Professional Universe 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Metalurgi Ekstraksi (HMTME) FV Unhas tersebut berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) JK Arenatorium Unhas pada Sabtu (2/5).

Dalam sambutannya, Zainuddin menyampaikan bahwa Professional Universe 2026 merupakan langkah strategis dalam memperkuat keterhubungan antara dunia akademik dan kebutuhan industri. Ia menekankan bahwa kolaborasi antarpihak menjadi hal yang penting, khususnya dalam bidang teknologi metalurgi dan ekstraksi yang terus mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan industri.

Zainuddin juga menyoroti pentingnya keterlibatan dosen dalam berbagai kegiatan yang berorientasi pada industri. Menurutnya, dosen tidak hanya berperan dalam menyampaikan materi pembelajaran di lingkungan kampus, tetapi juga perlu memiliki pengalaman dan pemahaman mengenai kondisi industri secara langsung. Dengan demikian, pengetahuan yang diberikan kepada mahasiswa dapat lebih relevan dengan kebutuhan serta perkembangan di dunia kerja.

Ia turut menjelaskan bahwa Program Studi Teknologi Metalurgi Ekstraksi merupakan salah satu program studi yang masih tergolong baru. Meskipun demikian, keberadaan program studi tersebut telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan reputasi Fakultas Vokasi. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari partisipasi aktif mahasiswa dalam berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan program studi.

Lebih lanjut, Zainuddin menilai meningkatnya minat terhadap Program Studi Teknologi Metalurgi Ekstraksi menjadi indikasi adanya potensi yang besar bagi Fakultas Vokasi dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi komprehensif di bidang metalurgi dan ekstraksi. Hal ini juga menunjukkan pentingnya pengembangan kualitas pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri.

Pada akhir sambutannya, Zainuddin berharap seluruh pihak, terutama mitra industri, dapat terus memberikan dukungan dan berpartisipasi dalam pengembangan Program Studi Teknologi Metalurgi Ekstraksi. Menurutnya, sinergi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi dosen maupun mahasiswa sehingga mampu menjawab tuntutan dan kebutuhan dunia industri.