UNHAS Dorong Ketahanan Pangan Sidrap Lewat Program MAHAKARYA dan Pengabdian Prodi Bersama Wanita Tani Mawar

Prodi TPTP FV Unhas dalam kegiatan Mahakarya melakukan foto bersama ketua pimpinan Kelompok Wanita Tani Mawar beserta anggotanya, di Kabupaten Sidrap. Sabtu, (21/06). Foto: Dokumentasi Pribadi.
Sidrap, 21 Juni 2025 — Inovasi pangan lokal kembali mengemuka di Kabupaten Sidenreng Rappang. Melalui Program Mahasiswa Unhas Berkarya (MAHAKARYA) dan Pengabdian Prodi Teknologi Produksi Tanaman Pangan Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin (Unhas), tim mahasiswa bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar sukses mengembangkan tepung bernutrisi berbasis menir dan daun kelor beserta produk turunannya. Program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sumber daya lokal.
Kegiatan ini mengangkat potensi menir hasil samping penggilingan beras yang selama ini jarang dimanfaatkan serta daun kelor yang kaya vitamin, mineral, dan protein nabati. Melalui pelatihan intensif, anggota KWT Mawar dibekali keterampilan mengolah kedua bahan tersebut menjadi tepung fortifikasi dan beragam produk seperti kue kering, roti, dan camilan bergizi.
Ketua Tim , menyebut bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pengolahan pangan, tetapi juga pada penguatan kapasitas pemasaran. “Kami berharap keterampilan ini mampu mendorong kemandirian ekonomi anggota KWT dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan keluarga di Sidrap,” ujar Syahri Ramadani.
Dosen pendamping Irwan, S.TP., M.T.P., menegaskan bahwa kolaborasi mahasiswa, dosen, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan. “Program ini sejalan dengan misi Unhas untuk menghadirkan solusi berbasis riset yang bermanfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan pangan,” jelasnya.
Selain pelatihan teknis, tim juga membantu desain kemasan, uji rasa, hingga strategi pemasaran berbasis media digital. Antusiasme tinggi anggota KWT Mawar terlihat dari keaktifan mereka mengikuti setiap sesi, mulai dari pengenalan bahan hingga praktik produksi. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan Kabupaten Sidenreng Rappang dapat menjadi percontohan pengembangan pangan lokal bernutrisi yang digerakkan oleh perempuan tani, sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis potensi daerah.