DOKTOR ILMU LINGUISTIK
History

History

SEJARAH SINGKAT

Program Doktor Linguistik Fakultas Ilmu Budaya merupakan salah satu program studi monodisiplin di antara sejumlah prodi doktor lainnya di lingkup Universitas Hasanuddin. Sejak tahun 2008 pengelolaan program studi monodisiplin dikembalikan ke fakultas masing-masing. Pengelolaan PDIL (terutama pengelolaan administrasi akademik) sekarang dilakukan di Fakultas Ilmu Budaya Unhas. Oleh karena itu, sebagaian besar pemanfaatan sumber daya yang ada sudah memanfaatkan sumber daya FIB itu sendiri, termasuk sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya pendukung lainnya. Khusus untuk SDM tenaga pendidik, program studi tidak merekrutnya secara khusus, tetapi memanfaatkan dosen yang ada di FIB yang memenuhi syarat, baik menyangkut kompetensi keilmuan dan jenjang akademik maupun relevansi bidang keilmuannya. Dari sisi SDM, program studi sudah memiliki/memanfaatkan SDM yang tersedia sesuai dengan kebutuhan..

Sejak didirikan dan mendapatkan izin operasional tahun 1995 lalu, PDIL FIB Unhas telah dikembangkan berdasarkan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi dengan mempertimbangkan perkembangan Ipteks saat ini. Dengan kata lain, PDIL FIB Unhas terus berbenah diri sehingga melalui penyusunan buku kurikulum perguruan tinggi ini diharapkan dapat dijadikan potret diri prodi yang komprehensif dan akuntabilitas serta terukur dalam menjalankan program kerjanya.

Dalam rangka memenuhi tuntutan perkembangan Iptek di bidang linguistik, PDIL telah melakukan beberapa kali penyempurnaan kurikulum. Terakhir revisi kurikulum dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2017, dan kurikulum tersebut direncanakan mulai diberlakukan pada semester awal tahun 2018/2019. Revisi kurikulum dilakukan untuk menghasilkan keluaran atau lulusan yang berkualitas dan memiliki kemampuan yang memadai unuk mengembangkan Iptek di bidang ilmu-ilmu linguistik. Untuk itu, dalam kegiatan revisi kurikulum ini tidak ketinggalan dihadirkan berbagai pihak terutama stakeholder agar diperoleh informasi tentang profil lulusan atau kompetensi seperti apa yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Kompetensi ini dijabarkan ke dalam susunan mata kuliah yang mencakup kompetensi utama (40-80%), pendukung (20-40%), dan lain-lain/pilihan (kurang lebih 30%). Kompetensi utama masing-masing terdiri atas mata kuliah dasar dan mata kuliah kedoktoran dengan elemen kompetensi utama, kompetensi pendukung, dan kompetensi lainnya. Untuk memenuhi kopetensi tersebut, kurikulum dikelompokkan ke dalam mata kuliah dasar dan keahlian serta mata kuliah pilihan.