Layanan kedokteran gigi adalah situasi yang sangat dinamis, beberapa ribu tahun yang lalu, ”disease-oriented biomedical model” telah dikenal. Rehabilitasi dan penggantian gigi telah dilakukan. Pencabutan gigi, penambalan gigi dan pembuatan gigi palsu, kerusakan gigi telah diganti dan direstorasi. Sistem orofasial telah dapat diterapi, dan fungsi partial telah didapatkan. Pada era kedokteran gigi modern saat ini lebih mengedepankan: “patient- oriented biopsychosocial model” dengan konsep kedokteran yang berbasis pencegahan. Pasien modern lebih menginginkan pencegahan terhadap penurunan kualitas hidup sebagai dampak dari kesehatan rongga mulutnya. Saat ini, teknologi yang canggih telah dapat dikembangkan oleh peneliti modern untuk dapat merekonstruksi jaringan rongga mulut yang rusak, melalui kedokteran regeneratif, tissue engineering, dan rekayasa genetika.
Di sisi lain, ada kesepakatan Internasional seperti World Trade Organization (WTO) dan kesepakatan Regional seperti Asean Free Trade Area (AFTA) dan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC), sehingga di Abad 21 Dokter Gigi Indonesia punya tantangan besar, yaitu: mensejahterakan bangsa Indonesia ditengah tantangan Global. Transfer teknologi, transfer sumber daya, transfer pengetahuan bidang Kedokteran Gigi antar negara sudah tidak terbendung lagi. Karenanya seorang dokter gigi dalam menjalankan tugasnya dituntut untuk bersikap profesional. Untuk mencapai kompetensi tersebut, pendidikan dokter gigi
yang merupakan pendidikan profesi harus didasari oleh keilmuan yang kokoh. Pedoman pendidikan dokter gigi yang disepakati secara nasional akan menjamin proses pencapaian kompetensi dan pada gilirannya akan dapat meproduksi dokter gigi handal yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Profil lulusan program studi yang berupa profesi atau jenis pekerjaan atau bentuk kerja lainnya berdasarkan studi keterlacakan lulusan dari program studi sejenis tingkat lokal, nasional, regional ASEAN, dan/atau internasional. Deskripsi profil lulusan dan peran Program Studi yang dapat dijalankan oleh lulusan di masyarakat akan diperlihatkan pada Tabel 3.1 dan 3.2 berikut.
|
Profil Lulusan
|
Deskripsi profil lulusan
|
|
Care Provider (Tenaga Kesehatan)
|
Lulusan yang mampu menangani pasien
secara holistik, sebagai individu dan sebagai bagian dari keluarga dan masyarakat, dan yang menyediakan perawatan berkelanjutan yang berkualitas dalam
lingkup hubungan dokter- pasien
yang berdasarkan kepercayaan dan saling menguntungkan.
|
|
Decision maker (Pembuat Keputusan)
|
Lulusan yang mampu memilih
teknologi tepat guna untuk digunakan dalam mempertinggi pelayanan kesehatan yang
layak dan berbiaya murah.
|
|
Communicator (Komunikator)
|
Lulusan yang mampu meningkatkan gaya
hidup yang sehat dengan penyuluhan yang efektif dan nasehat yang
tepat dalam konteks budaya dan ekonomi, dengan
demikian kesehatan pada perorangan maupun kelompok akan
meningkat dan terjaga.
|
|
Community Leader (Pemimpin Komunitas)
|
Lulusan yang mampu mengetahui kebutuhan
kesehatan perorangan maupun kelompok sehingga dapat berperan dalam memotivasi
masyarakat untuk turut
berpartisipasi meningkatkan kesehatan gigi dan mulut
masyarakat
|
|
Manager (Manajer)
|
Lulusan yang mampu bekerja secara
efektif dan harmonis dengan orang lain baik di dalam maupun di luar
organisasi sistem pelayanan kesehatan untuk mengetahui aspek yang dibutuhkan pasien dan masyarakat.
|
|
Lecturer and Researcher (Dosen dan
Peneliti)
|
Lulusan yang mampu bertindak sebagai
pendidik profesional dan ilmuwan, yang senantiasa mampu mengembangkan diri
sesuai kemajuan iptek secara
tepat guna melalui
penambahan ilmu dan penelitian.
|
|
Creator and
Innovator (Pencipta dan Inovator)
|
Lulusan yang memiliki kepekaan terhadap
kebutuhan kesehatan di lingkungannya serta memiliki kreativitas dan inovasi
untuk membuat perubahan dan solusi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
|