MAGISTER MATEMATIKA
Sejarah

Sejarah

Departemen Matematika merupakan salah satu Departemen dalam lingkup Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Departemen Matematika yang sebelumnya dikenal dengan nama Jurusan Matematika berdiri pada tahun 1983. Seiring dengan berjalannya waktu dan kebutuhan, pada tahun 1995 Departemen Matematika mengembangkan diri dengan membentuk dua Program Studi tingkat sarjana yaitu, Program Studi Matematika dan Program Studi Statistika. Selanjutnya pada tahun 2008 Departemen Matematika mengusulkan Program Studi Magister Matematika untuk mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan global tentang matematika dalam menjawab pengetahuan dan teknologi. Program Studi Magister Matematika merupakan Program Studi Magister yang kedua di Fakultas MIPA setelah Program Studi Magister Ilmu Kimia. Departemen Matematika yang awalnya dirancang untuk melayani pengajaran yang ada di Unhas kini mulai terpanggil untuk menyiapkan sumber daya manusia dalam bidang Matematika yang lebih baik dalam menjawab tantangan zaman. Program Studi Magister Matematika sudah mendapatkan pertimbangan untuk pembukaan dalam melakukan operasional dari Dirjen Dikti berdasarkan SK No 1919/D2/2/2008 tanggal 1 Agustus 2008 dan mendapatkan izin penyelengaaran dari Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional berdasarkan SK No/ 66/D/T/2009 tanggal 20 Januari 2009. Dengan dasar tersebut, Program Studi Magister Matematika mulai menerima mahasiswa baru dan melakukan kegiatan akademik pada semester Ganjil Tahun Akademik 2008/2009. Pada tahun 2012 sampai dengan tahun 2017 Program Studi Magister Matematika masih mendapatkan nilai akderitasi B dari BAN-PT, dan telah diakreditasi ulang dengan nilai A dari BAN PT berdasarkan SK No. 3363/SK/BAN-PT/Akred/M/IX/2017 yang berlaku sejak tanggal 12 September 2017 sampai dengan tanggal 12 September 2022. Sampai saat ini Program Studi Magister Matematika sudah meluluskan tidak kurang dari 100 mahasiswa.

Orientasi Masa Kini dan Masa Depan Program Studi

  1. Dasar-dasar matematika yang kuat seperti Analisis, Aljabar dan Matematika terapan diharapkan dapat mengantisipasi Arus globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat dari agraris dan perniagaan tradisional menjadi masyarakat industri dan perdagangan modern seperti dapat terlihat di World Trade Organization (WTO), Association of South east Asian Nations (ASEAN) Community, Asia Pacific Economic Cooperation (APEC), dan ASEAN Free Trade Area (AFTA).
  2. Kurikulum berbasis kompetensi didasarkan pada rancangan pemberian pengalaman belajar seluas-luasnya bagi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan untuk bersikap, berpengetahuan, berketerampilan, bertindak secara bertanggungjawab, dan berkarakter