Program Studi Ilmu Aktuaria Universitas Hasanuddin resmi dibuka pada tanggal 15 Juli 2019, berdasarkan SK Rektor Unhas, No. 3676 / UN4. 1 / KEP / 2019 dan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) No. 34/SK-BAN PT/Min-Akred/S/VII/2019. Latar belakang didirikannya Prodi Ilmu Aktuaria Universitas Hasanuddin ialah untuk mengantisipasi perkembangan dunia pendidikan tinggi di Indonesia pada saat itu dimana Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kanada melaksanakan Program Kerja Sama Pengembangan Program Studi Ilmu Aktuaria di Indonesia dikenal dengan nama Risk Management, Economical Sustainability, and Actuarial Science Development in Indonesia (READI) Project. Program ini diluncurkan sebagai upaya pemerintah Indonesia menyelesaikan masalah kurangnya tenaga ahli aktuaria di Indonesia. Kekurangan jumlah tenaga ahli aktuaria dapat berdampak pada tingginya ketergantungan pada ahli aktuaria dari luar negeri. Oleh karena itu untuk dapat memenuhi kebutuhan akan tenaga ahli aktuaria dalam negeri dalam jangka panjang maka Pemerintah berupaya mendirikan Program Studi Ilmu Aktuaria di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia.
Universitas Hasanuddin sebagai suatu Perguruan Tinggi ternama di Indonesia, turut berpartisipasi secara aktif mendukung program READIt. Oleh karena itu, Pimpinan Universitas Hasanuddin mengutus beberapa staf Dosen Departemen Matematika, FMIPA untuk mengikuti sejumlah agenda kegiatan pada program READI sebagai persiapan pendirian Prodi Ilmu Aktuaria sejak tahun 2017. Berkat kerja keras dari Tim Pendiri Prodi Ilmu Aktuaria Departemen Matematika dan didukung sepenuhnya oleh Pimpinan Fakultas Mipa, Senat Akademik Unhas, Majelis Wali Amanat Unhas, dan Actuarial Study Programme, University of Waterloo maka pada tanggal 15 Juli 2019 dikeluarkanlah Surat Keputusan Rektor tentang Pembentukan Prodi Sarjana Ilmu Aktuaria Unhas dan disusul dengan SK BAN PT Prodi Ilmu Aktuaria Unhas pada tanggal 24 Juli 2019.
Penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di Prodi Ilmu Aktuaria mulai dilaksanakan pada tahun 2019. Kegiatan belajar mengajar ini dilaksanakan oleh sekitar 14 orang Dosen dengan latar belakang pendidikan Guru Besar sebanyak 2 orang, Doktor sebanyak 6 orang dan Magister 6 orang dari Prodi Ilmu Aktuaria, Matematika, System Informasi, Ekonomi, dan Akuntansi. Jumlah tenaga kependidikan sebanyak 3 orang bergelar sarjana sebagai tenaga administrasi dan supporting staf sebanyak 2 orang yang juga diperbantukan sebagai tenaga administrasi. Daya tampung mahasiswa sekitar 50 per tahun disesuaikan dengan tenaga staf akademik yang tersedia. Kurikulum Prodi Ilmu Aktuaria Unhas sebagai acuan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar disusun berdasarkan hasil benchmark dari beberapa penyelenggara Prodi Ilmu Aktuaria di Indonesia dan Luar Negeri serta disupervisi oleh Actuarial Science Study Programme, University of Waterloo, Kanada.
Program Studi Ilmu Aktuaria memiliki Laboratorium Big Data sebagai penunjang dalam pengembangan Ilmu Aktuaria berbasis data sains. Bidang kajian yang dikembangkan ialah Manajemen Risiko Keuangan, Asuransi Jiwa, Asuransi Umum, Teori dana pensiun, Teori Investasi dan Data Sains keuangan. Jumlah mahasiswa yang aktif pada semester ganjil tahun akademik 2022/2023 sebanyak183 orang. Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) juga telah dan sedang dilaksanakan hingga saat ini. Program MBKM yang dilaksanakan antara lain, Pertukaran Pelajar, Magang di Industri Keuangan, Studi Independen, dan Praktisi Mengajar.