SARJANA TERAPAN PARAMEDIK VETERINER
Tujuan & Sasaran Program Studi Paramedik Veteriner

Tujuan & Sasaran Program Studi Paramedik Veteriner

Tujuan Program Studi

Secara umum, Program Studi Sarjana Terapan Paramedik Veteriner bertujuan untuk melaksanakan Pendidikan tinggi yang berkualitas guna menghasilkan lulusan yang unggul dalam bidang pelayanan kesehatan hewan. Dikaitkan dengan misi yang diemban, Prodi Sarjana Terapan Paramedik Veteriner menetapkan tujuan sebagaimana tertuang berikut:

1.     Tersedianya lulusan Paramedik Veteriner Program Sarjana Terapan (Paramedik Veteriner) yang profesional, terampil, kompeten, berakhlak mulia berjiwa entrepreneur dan adaptif di bidang Paramedik Veteriner.

2.     Mengembangkan penelitian terapan dan inovasi yang relevan di bidang kesehatan hewan untuk Paramedis Veteriner berkelanjutan berbasis teknologi dan kearifan lokal.

3.     Terciptanya pengelolaan sumber daya manusia (paramedik veteriner) sehingga menghasilkan pelayanan yang berkualitas di bidang Kesehatan Hewan terutama dalam pengabdian kepada masyarakat dengan mengedepankan kesejahteraan hewan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

4.     Menjalin kemitraan strategis dengan industri kesehatan hewan, peternakan, pemerintah, dan lembaga pendidikan untuk memperkuat jaringan dan relevansi pendidikan vokasi guna menciptakan lulusan yang memiliki jiwa kewirausahaan di bidang pelayanan kesehatan hewan melalui integrasi teknologi digital dan inovasi, sehingga lulusan mampu menjadi wirausaha mandiri.


Sasaran Program Studi

1.     Tercapainya target jumlah mahasiswa yang lulus tepat waktu.

2.     Tercapainya target jumlah lulusan yang mendapatkan pekerjaan di bawah enam (6) bulan.

3.     Lulusan mampu menduduki posisi strategis dalam pelayanan kesehatan hewan, perawatan hewan dan industri teknologi veteriner.

4.     Jumlah penelitian terapan yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa meningkat sebanyak 10% dari kurun waktu sebelumnya.

5.     Meningkatnya jumlah publikasi ilmiah dan produk inovasi terkait kesehatan hewan berkelanjutan berbasis teknologi dan kearifan lokal.

6.     Terlaksananya program magang, penelitian, dan pengabdian masyarakat di bidang kesehatan hewan dengan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.

7.     Jumlah kemitraan strategis dengan industri, pemerintah, dan lembaga pendidikan meningkat hingga 3 mitra baru per tahun.

8.     Persentase lulusan yang menjadi wirausaha di bidang pelayanan kesehatan hewan dan teknisi veteriner mencapai 15% dalam tiga tahun setelah lulus.

9.     Pengembangan program inkubator bisnis kesehatan hewan dengan peningkatan jumlah praktisi pelayanan kesehatan hewan berbasis teknologi dan kearifan lokal.