Pohon keilmuan (Body of Knowledge) fisika terdiri atas dua bagian pokok, yaitu obyek yang ditinjau dan metodologi yang digunakan. Obyek kajian fisika adalah fenomena alam fisik, yaitu semua fenoema yang ada di alam semesta, yang meliputi dunia makroskopik (skala kosmos) dan dunia mikroskopik (skala atom dan sub-atomik serta molekul dan material). Dengan demikian, dari segi obyek, fisika merupakan ilmu yang sangat luas. Keluasan kajian ilmu fisika kemudian dipecah atas sejumlah sub-bagian antara lain Fisika Partikel (Sub- Nuklir), Fisika Nuklir, Fisika Atom dan Molekul, Fisika Material, Geofisika, Oseanografi fisika, Fisika Atmosfer serta Astrofisika dan Kosmologi. Obyek-obyek kajian yang berbeda ini, dari sudut pandang ilmu fisika dijalin oleh konsep penijnauan yang sama yaitu pada aspek dinamika/mekanika. Selain pembagian bidang kajian fisika atas obyek kajian, ilmu
fisika juga dapat dibagi berdasarkan metodologi yang digunakan. Terdapat tiga metodologi yang digunakan dalam fisika, yaitu metodologi Teoretik Analitik, Metodologi Komputasi dan Metodologi Eksperimen. Dua metodologi yang disebut pertama kemudian digabung dan diberi nama Metodologi Fisika Teoretik dan Komputasi.
Dua bagian pokok pohon keilmuan fisika tersebut kemudian melahirkan sejumlah sub-kajian (sub-disiplin) ilmu fisika, antara lain Fisika Partikel Teoretik, Fisika Partikel Eksperimental, Fisika Nuklir Teoretik, Fisika Nuklir eksperimental, Fisika Material Teoretik, Astrofisika dan Kosmologi, Fisika Material Teoretik, Fisika Material Eksperimental. Selain dari dua bagian pokok yang diuraikan di atas, interaksi ilmu fisika dengan ilmu lainnya melahirkan
pula kajian-kajian interdisipliner fisika. Misalnya, aplikasi fisika dalam bidang kesehatan melahirkan kajian antara lain fisika medik, fisika material kesehatan, dan fisika Instrumentasi kesehatan.
Dengan demikian, cabang dari disiplin ilmu fisika sangat banyak, mulai dari yang mengkaji dunia mikroskopik, hingga dunia makroskopik, termasuk dalam kaitannya dengan pengembangan teknologi baru (Applied Physics). Tidak dapat dipungkiri, semua kajian teknologi selalu didasarkan pada ilmu fisika. Penetapan bahan kajian di suatu prodi fisika menjadi pilihan, yang disesuaikan dengan kebutuhan serta sumberdaya yang tersedia. Di Program Studi Doktor Fisika, ranah penelitian terbentang sebagai berikut:
Ketik minimal 2 karakter lalu tekan Enter