MAGISTER ADMINISTRASI PUBLIK

Departemen Ilmu Administrasi FISIP Unhas Gelar Kuliah Tamu Internasional Disrupsi AI dan Digital Governance

Blog Post Image

Ahmad · 23 Feb 2026

Departemen Ilmu Administrasi FISIP Unhas Gelar Kuliah Tamu Internasional Disrupsi AI dan Digital Governance

Main Image

Departemen Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin kembali menyelenggarakan kegiatan kuliah tamu sebagai agenda rutin akademik pada awal semester. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen departemen dalam memperkuat jejaring internasional dengan menghadirkan narasumber dari mitra perguruan tinggi luar negeri bereputasi.

Pada Senin, 23 Februari 2026, kuliah tamu bertajuk “Managing Disruptive Innovation in Artificial Intelligence for Digital Governance” menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Muhammad Anshari Bin Ali, Direktur Institute of Policy Studies, Universiti Brunei Darussalam.  Kuliah Tamu dipandu oleh Sri Nurindah Sari Arsyad, Asisten Riset Policy & Governance (POLiGOV) Laboratory FISIP Unhas. Kegiatan dilaksanakan secara daring dan dihadiri oleh Ketua Departemen Ilmu Administrasi Prof. Dr. Awli, Ketua Program Magister Administrasi Publik Prof. Dr. Gita Susanti, dosen Dep. Ilmu Administrasi Unhas, serta mahasiswa program sarjana dan pascasarjana, baik dari Universitas Hasanuddin maupun dari perguruan tinggi lain.

Dalam pemaparannya, Prof Anshari menjelaskan pentingnya memahami hierarki pengelolaan pengetahuan melalui konsep Data–Information–Knowledge–Wisdom (DIKW) serta urgensi mentransformasikan pengetahuan pasif menjadi pengetahuan aktif dalam organisasi publik. Ia juga menekankan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi tata kelola pemerintahan, sehingga dibutuhkan kapasitas analitis dan strategis yang lebih kuat dari para pengambil kebijakan.

Lebih lanjut, narasumber menguraikan bahwa kebijakan publik di era digital perlu dirancang berdasarkan empat pilar pembangunan digital, yaitu smart society, smart environment, smart governance, dan smart business. Keempat pilar tersebut dinilai penting untuk mewujudkan tata kelola yang adaptif, inklusif, serta responsif terhadap disrupsi teknologi global.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif, di mana dosen dan mahasiswa menyampaikan pertanyaan serta tanggapan kritis mengenai implikasi AI terhadap kebijakan publik dan reformasi tata kelola digital. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat akademik terhadap isu inovasi disruptif dalam administrasi publik.

Kuliah tamu ini menjadi langkah awal kolaborasi antara Departemen Ilmu Administrasi FISIP Universitas Hasanuddin dan Institute of Policy Studies Universiti Brunei Darussalam. Ke depan, kerja sama ini diharapkan berkembang dalam bentuk kolaborasi akademik yang lebih luas, mencakup penelitian bersama, publikasi ilmiah, dan penguatan jejaring internasional.

Second Image

 

 

sebelumnya
guest lecture