Pakar Universitas Hasanuddin Memaparkan Penelitian Layanan Kesehatan Rendah Karbon di CECE 2026 di Sydney
Makassar, 23-25 September 2026
Universitas Hasanuddin (UNHAS) berpartisipasi dalam International Conference on Circular Economy for Climate and Environment (CECE 2026) yang diselenggarakan di Sydney, Australia, pada 23-25 September 2026, dengan menyumbangkan hasil penelitian tentang jalur kebijakan menuju layanan kesehatan sirkular dan rendah karbon di Indonesia.
Bertempat di Aerial Function Centre, Sydney, CECE 2026 mempertemukan peneliti, pembuat kebijakan, perwakilan industri, dan praktisi dari berbagai negara untuk membahas pendekatan mitigasi perubahan iklim serta transisi menuju ekonomi sirkular. Konferensi ini menghadirkan sesi pleno, kuliah utama (keynote), diskusi panel, dan presentasi ilmiah yang mencakup kebijakan ekonomi sirkular, energi berkelanjutan, kesehatan, pertambangan, plastik, air, dan pengelolaan lingkungan.
Mewakili UNHAS, Prof. Sri Astuti Thamrin dari Program Magister Sains Data, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, menyampaikan presentasi oral berjudul “Policy and Regulatory Pathways for Circular and Low-Carbon Healthcare in Indonesia” pada sesi Circular Policies.
Presentasinya mengkaji bagaimana prinsip ekonomi sirkular dan strategi rendah karbon dapat diintegrasikan ke dalam sektor kesehatan Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan sebagai bagian dari proyek PAIR Sulawesi Net Zero 2.4: Financial and Economic Modelling, yang didukung pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek) melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia.
Studi ini melibatkan peneliti dari UNHAS, University of Melbourne, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Ichsan Gorontalo, dan Universitas Khairun. Penelitian tersebut mengkaji kerangka kebijakan, mekanisme pembiayaan, dan tantangan implementasi terkait dekarbonisasi sektor kesehatan di Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah memiliki kebijakan yang lebih luas untuk mendukung transisi energi dan keberlanjutan, jalur yang spesifik bagi fasilitas pelayanan kesehatan masih terbatas. Studi ini menyoroti sejumlah bidang yang memerlukan perhatian lebih lanjut, antara lain integrasi kebijakan yang lebih kuat, mekanisme pembiayaan inovatif, sistem data yang lebih baik, dan praktik pengadaan berkelanjutan untuk mendukung transisi menuju layanan kesehatan yang sirkular dan rendah karbon.
Partisipasi Prof. Sri dalam CECE 2026 menjadi kesempatan untuk membawa hasil penelitian tentang dekarbonisasi sektor kesehatan Indonesia ke dalam diskusi internasional mengenai kebijakan iklim dan ekonomi sirkular. Kegiatan ini juga memungkinkan pertukaran pengetahuan dengan para peneliti dan praktisi yang menangani tantangan keberlanjutan di berbagai sektor dan konteks negara.
Melalui kontribusinya dalam CECE 2026, UNHAS terus memperluas keterlibatan penelitian internasionalnya di bidang perubahan iklim dan keberlanjutan, sekaligus memperkuat hubungan interdisipliner dengan mitra penelitian di Indonesia maupun mancanegara. Kolaborasi ini juga menunjukkan peran penelitian berbasis bukti dalam menginformasikan kebijakan dan pendekatan praktis menuju sistem yang lebih berkelanjutan dan tangguh terhadap perubahan iklim.