MAGISTER TEKNIK KELAUTAN

Sejarah

Program Studi Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin berakar dari sub-program Bangunan Lepas Pantai pada Jurusan Perkapalan Fakultas Teknik yang dibentuk pada tahun 1995. Inisiatif ini lahir dari kebutuhan akan pengembangan keilmuan rekayasa kelautan yang mampu menjawab tantangan pembangunan infrastruktur maritim, eksplorasi sumber daya laut, serta dinamika wilayah pesisir dan lepas pantai Indonesia yang sangat luas dan strategis.

Seiring meningkatnya minat mahasiswa dan berkembangnya spektrum kajian mulai dari bangunan lepas pantai, pelabuhan, hingga pantai dan pesisir sub-program tersebut berkembang menjadi Program Studi Sarjana Teknik Kelautan. Program ini resmi memperoleh izin penyelenggaraan pada tahun 2001 dan mulai menerima mahasiswa pada tahun akademik 2002/2003, menandai tonggak penting penguatan pendidikan teknik kelautan di kawasan Indonesia Timur.

Dalam perjalanannya, Program Studi Sarjana Teknik Kelautan menunjukkan pertumbuhan yang konsisten, baik dari sisi jumlah mahasiswa, kualitas lulusan, maupun kontribusi riset. Hal ini tercermin dari keberhasilan meraih akreditasi Unggul dari BAN-PT serta akreditasi internasional IABEE, yang menegaskan kesesuaian standar pendidikan dengan kebutuhan global di bidang rekayasa dan pengelolaan kelautan.

Tingginya animo alumni untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister, ditambah dengan keterbatasan program sejenis di kawasan timur Indonesia, mendorong Universitas Hasanuddin untuk membuka Program Studi Magister Teknik Kelautan. Kehadiran program ini menjadi jawaban atas kebutuhan sumber daya manusia tingkat lanjut yang memiliki kompetensi analitis, riset, dan inovasi di bidang kelautan dan kemaritiman.

Program Studi Magister Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin dirancang dengan pendekatan multidisipliner, berbasis riset dan laboratorium, serta berorientasi pada permasalahan nyata industri dan masyarakat. Dengan memadukan rekayasa, pengelolaan, dan kebijakan publik kelautan, program ini diharapkan menjadi pusat unggulan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan yang berdaya saing nasional dan global, sekaligus berkontribusi nyata bagi pembangunan maritim berkelanjutan.