Perkuat Visi Benua Maritim, Puluhan Sarjana Teknik Kelautan Unhas Resmi Diwisuda: Siap Jawab Tantangan Infrastruktur Kelautan
[MAKASSAR], 17-18 Desember 2025 – Gedung Baruga A.P. Pettarani Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menjadi saksi bisu lahirnya para intelektual baru. Dalam prosesi Wisuda Periode III Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar hari ini, sorotan khusus tertuju pada barisan wisudawan dari Fakultas Teknik, khususnya Departemen Teknik Kelautan, yang resmi menyandang gelar Sarjana Teknik (S.T.).
Kelulusan para insinyur muda bidang kelautan ini menjadi momen strategis, mengingat posisi Unhas yang memproklamirkan diri sebagai pusat pengembangan budaya bahari dan "Benua Maritim Indonesia". Wisudawan Teknik Kelautan dikukuhkan dan siap terjun ke dunia profesional untuk menjawab tantangan infrastruktur maritim yang kian kompleks.
Inovasi Riset Berbasis Masalah Nyata
Rektor Universitas Hasanuddin, dalam pidato sambutannya, menegaskan bahwa lulusan Teknik Kelautan Unhas memegang peranan vital dalam pembangunan nasional.
"Indonesia adalah negara kepulauan terbesar. Kita butuh insinyur yang tidak hanya paham teori di atas kertas, tapi mengerti karakteristik laut kita yang unik. Lulusan Teknik Kelautan Unhas hari ini adalah jawaban atas kebutuhan insinyur yang mampu merancang bangunan lepas pantai, pelabuhan, hingga energi terbarukan berbasis laut," tegas Rektor disambut tepuk tangan riuh ribuan hadirin.
Kualitas lulusan kali ini terbukti dari beragamnya topik tugas akhir yang sangat relevan dengan isu terkini. Salah satu wisudawan terbaik dari Departemen Teknik Kelautan, Ashabul Kaffi, berhasil lulus dengan predikat (IPK 3.3). Ashabul mengangkat penelitian tentang "Penentuan Waktu Pelaksanaan Pengerukan Untuk Mitigasi Potensi Kapal Kandas saat Proses Floating Repair di Dermaga Semenanjung Utara".
"Kami dididik di Teknik Kelautan Unhas bukan hanya untuk menghitung beban gelombang atau mendesain anjungan minyak, tapi untuk memberikan solusi teknis bagi masyarakat pesisir. Saya berharap tugas akhir ini bisa diimplementasikan pemerintah daerah," ujar Kaffi saat ditemui usai prosesi pemindahan tali toga.
Siap Bersaing di Kancah Global
Ketua Departemen Teknik Kelautan Unhas turut menyampaikan rasa bangganya. Menurutnya, kurikulum yang diterapkan saat ini telah berstandar internasional dan terakreditasi unggul. Para wisudawan telah dibekali kemampuan penguasaan software teknis terkini serta pemahaman mendalam mengenai dinamika struktur laut dalam.
"Industri maritim sedang bergeser. Jika dulu fokusnya hanya oil and gas, sekarang arahnya ke offshore wind energy dan infrastruktur tol laut. Lulusan kami sudah siap untuk transisi tersebut. Bahkan, tiga orang wisudawan hari ini sudah diterima bekerja di perusahaan multinasional di Batam dan Kalimantan sebelum ijazah mereka dicetak," ungkapnya.
Atmosfer Haru di Baruga
Suasana haru tak terelakkan saat lagu "Hymne Unhas" berkumandang. Para wisudawan yang mengenakan toga berbalut selempang kebanggaan tampak memeluk orang tua mereka. Perjuangan menempuh perjalanan jauh dari kampus Gowa, begadang mengerjakan maket struktur, hingga tantangan praktikum di laut, akhirnya terbayar lunas.
Para "Anak Teknik" ini kini telah melepas status mahasiswanya. Dengan berbekal ijazah dari salah satu universitas terbaik di Indonesia Timur, mereka kini memikul tanggung jawab besar. Bukan hanya untuk meniti karier pribadi, tetapi untuk membuktikan bahwa dari Makassar, lahir para insinyur kelautan tangguh yang siap menjaga kedaulatan infrastruktur maritim Nusantara.
Langit Makassar yang cerah siang ini seolah merestui langkah mereka untuk mengarungi samudera kehidupan yang sesungguhnya.