Fokus Penguatan Kelas Dunia: Departemen Ilmu Administrasi FISIP Unhas Mantapkan Implementasi Program Double Degree Melalui Kuliah Tamu di Rikkyo University Tokyo

Tokyo, Jepang – Departemen Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas) terus mengukuhkan posisinya di kancah pendidikan tinggi global melalui langkah nyata peningkatan mutu kurikulum lintas negara. Upaya peningkatan mutu ini diwujudkan lewat kunjungan monitoring akademik secara langsung oleh pimpinan departemen sekaligus pelaksanaan kuliah tamu internasional di Graduate School of Social Design Studies (GSSDS), Rikkyo University, Tokyo, Jepang. Kunjungan penting ini ditujukan khusus untuk mempererat, mengawal, serta mengevaluasi sinergi kurikulum Program Gelar Ganda (Double Degree) yang saat ini tengah aktif diselenggarakan secara bersama antara Program Studi Magister Administrasi Publik (MAP) FISIP Unhas dengan GSSDS Rikkyo University.
Dalam kunjungan kerja akademik tersebut, Ketua Program Studi MAP FISIP Unhas, Prof. Dr. Gita Susanti, M.Si., bersama salah satu dosen Departemen Ilmu Administrasi, Andi Ahmad Yani, M.Si., MPA, M.Sc., Ph.D. (Cand.), diterima secara resmi oleh pimpinan GSSDS Rikkyo University, Dekan Prof. Yukiko Kuramoto, Ph.D., dan Prof. Ako Muto selaku akademisi senior di kampus tersebut. Pertemuan bilateral ini difokuskan pada pemantauan teknis proses belajar mengajar mahasiswa, penyelarasan kurikulum tingkat lanjut, serta optimasi administrasi akademik guna memastikan pelaksanaan Program Double Degree berjalan dengan standar terbaik. Pertemuan ini sekaligus membuka wawasan perluasan kolaborasi akademis jangka panjang antara kedua institusi terkemuka di Indonesia dan Jepang ini.
Selaku representasi pendidik dari Departemen Ilmu Administrasi FISIP Unhas, Andi Ahmad Yani turut berkontribusi memperkaya khazanah keilmuan internasional dengan membawakan kuliah tamu ilmiah di ruang kelas Master Program of Social Design and Administrative Science (MSDA), Rikkyo University. Kuliah tamu yang mengangkat judul akademik “Walking on the Bright Side of Crisis: A Positive Public Administration (PPA) Approach to Community-Based GBV Services” tersebut diikuti dengan sangat antusias oleh puluhan mahasiswa pascasarjana multi-negara, antara lain yang berasal dari Nigeria, Myanmar, Rusia, Filipina, Thailand, dan Indonesia. Forum ini menjadi sarana diskusi ilmiah yang produktif bagi mahasiswa magister dari kedua negara dalam membedah isu-isu kontemporer administrasi publik.
Materi kuliah tamu yang dibawakan mengulas perspektif teoretis mutakhir mengenai ketahanan tata kelola dan pelayanan publik berbasis komunitas dalam menghadapi gejolak krisis sosial global, dengan mengangkat studi kasus penanganan kekerasan domestik yang diadaptasi dari riset kolaboratif narasumber bersama Monash University pada tahun 2021. Andi Ahmad Yani mengajak para peserta kuliah memandang solusi kebijakan publik melalui kerangka berpikir yang inovatif, solutif, serta mandiri dengan mengoptimalkan peran serta aktif elemen masyarakat terbawah, di mana pola ini dinilai sangat adaptif di tengah berbagai keterbatasan regulasi formal dan anggaran pemerintah. Penjelasan kasus empiris tersebut mengundang ketertarikan tinggi dari para mahasiswa asing untuk berdiskusi secara interaktif mengenai perbandingan penerapan kebijakan perlindungan sosial di masing-masing negara asal mereka.
Ketua Program Studi MAP FISIP Unhas, Prof. Dr. Gita Susanti, M.Si., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kelancaran rangkaian program kerja sama internasional ini. Beliau menekankan bahwa implementasi kerja sama berupa pengiriman delegasi mengajar dan pengawasan kurikulum secara langsung adalah komitmen mutlak Departemen Ilmu Administrasi Unhas dalam menghadirkan ekosistem pembelajaran berstandar global bagi seluruh sivitas akademika. Melalui kesuksesan Program Double Degree yang tengah berjalan berkelanjutan dengan Rikkyo University ini, departemen berharap dapat terus mencetak lulusan magister administrasi publik yang tidak hanya unggul secara teoretis, tetapi juga memiliki kepekaan analitis yang tajam serta daya saing kuat di tingkat internasional demi mendukung visi besar Unhas menuju World Class University.


