Departemen Arkeologi Unhas Hadiri Rapat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Maros–Pangkep
Maros, 5 Mei 2026 – Pemerintah Kabupaten Maros menggelar rapat koordinasi persiapan revalidasi UNESCO Global Geopark Maros–Pangkep di Ruang Rapat Wakil Bupati Maros. Agenda ini menjadi langkah penting menjelang kunjungan tim asesor UNESCO pada Juli 2026.
Dalam rapat tersebut, hadir berbagai pemangku kepentingan mulai dari instansi pemerintah, pengelola geopark, akademisi, hingga sektor swasta. Departemen Arkeologi Universitas Hasanuddin diwakili oleh Riska Faradilla, M.Hum, yang menegaskan komitmen akademisi dalam mendukung pelestarian warisan geologi dan budaya kawasan karst Maros–Pangkep.
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, menekankan bahwa status UNESCO Global Geopark harus dipertahankan, meski sejumlah fasilitas di lokasi geopark mengalami kerusakan. “Kami akan berusaha maksimal agar status Global Geopark Maros–Pangkep ini tidak terdegradasi seperti di Toba,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa perbaikan fasilitas bersifat mendesak namun masih dapat diantisipasi dengan dukungan anggaran bersama, termasuk melalui CSR perusahaan.
General Manager Badan Pengelola Geopark Maros–Pangkep, Dedy Irfan, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengusulkan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk perbaikan site yang akan dikunjungi asesor. Fokus utama adalah akses jalan di Berua dan sejumlah fasilitas minor, sementara perbaikan besar seperti jembatan gantung Pattunuang masih menunggu alokasi dana lebih lanjut.
Kehadiran Departemen Arkeologi Unhas melalui Riska Faradilla, M.Hum menegaskan peran akademisi dalam pentahelix pengelolaan geopark. Selain mendukung aspek konservasi, Departemen Arkeologi juga berkomitmen memperkuat dimensi budaya dan edukasi, termasuk pelestarian situs prasejarah yang menjadi bagian integral dari kawasan karst Maros–Pangkep.
Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Dengan dukungan pemerintah, akademisi, masyarakat, dan swasta, diharapkan status UNESCO Global Geopark Maros–Pangkep tetap terjaga sebagai kebanggaan Sulawesi Selatan dan Indonesia.



