Departemen Arkeologi Universitas Hasanuddin Mengumumkan Masterclass Internasional tentang Studi Warisan Budaya Kritis dan Warisan Budaya Digital
MAKASSAR, 19 Mei 2026 — Departemen Arkeologi, Universitas Hasanuddin (Unhas), bermitra dengan kelompok riset Antwerp Cultural Heritage Sciences (ARCHES) di Universitas Antwerp dan Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Arkeologi Sulawesi (BRIN), serta didukung oleh Yayasan Arsari, dengan bangga mengumumkan penyelenggaraan masterclass internasional tentang Studi Warisan Budaya Kritis dan Warisan Budaya Digital, yang akan diselenggarakan pada 14–16 Juli 2026 di Unhas Hotel, Makassar.
Program intensif tiga hari ini — bertajuk “Perspektif Kritis dan Pendekatan Digital untuk Pengelolaan Warisan Budaya di Indonesia” — mempertemukan para akademisi internasional dan praktisi warisan budaya Indonesia dalam pengalaman peningkatan kapasitas yang mendalam. Pendaftaran kini telah dibuka dan akan ditutup pada 20 Juni 2026.
Tentang Program
Pengelolaan warisan budaya di Indonesia tengah berada di titik yang menentukan. Pembentukan Indonesian Heritage Agency (IHA/BLU), perluasan Data Pokok Kebudayaan (DAPOBUD), serta semakin meningkatnya keterlibatan komunitas dengan situs-situs warisan budaya sedang mengubah cara para praktisi, peneliti, dan pembuat kebijakan berinteraksi dengan masa lalu. Pada saat yang sama, berbagai alat digital membuka kemungkinan baru dalam dokumentasi, partisipasi, dan interpretasi.
Masterclass ini hadir sebagai respons terfokus terhadap konteks tersebut. Selama tiga hari, para peserta akan terlibat dengan kerangka teoretis terkini dalam Studi Warisan Budaya Kritis, menjelajahi metodologi partisipatif dan digital, serta menerapkan perspektif-perspektif ini dalam ekskursi lapangan terpandu ke Benteng Rotterdam dan kawasan warisan Kota Tua Makassar. Setiap peserta akan meninggalkan program ini dengan sebuah catatan konsep proyek warisan budaya: sebuah rancangan konkret dan dapat ditindaklanjuti yang dapat dikembangkan di institusi masing-masing.
Ikhtisar Program
| Hari / Tanggal | Tema | Materi Utama |
|---|---|---|
| Hari 1 - 14 Juli 2026 | Studi Warisan Budaya Kritis | Wacana Warisan Budaya yang Diotorisasi, warisan budaya komunitas, warisan budaya dan kekuasaan. Ceramah dan lokakarya difasilitasi oleh Prof. Suzie Thomas. |
| Hari 2 - 15 Juli 2026 | Warisan Budaya Digital | Alat-alat digital untuk warisan budaya. Ceramah dan lokakarya difasilitasi oleh Prof. Piraye Hacıgüzeller. |
| Hari 3 - 16 Juli 2026 | Ekskursi Lapangan Terapan | Kunjungan terpandu ke Benteng Rotterdam dan kawasan warisan Kota Tua Makassar. Perspektif warisan budaya kritis dan digital diterapkan dalam konteks nyata. |
Dosen Tamu

Prof. Suzie Thomas
(Hari 1 — Studi Warisan Budaya Kritis)
Profesor di ARCHES, Universitas Antwerp, yang mengkhususkan diri dalam metodologi partisipatif, warisan budaya yang diperdebatkan, dan kejahatan warisan budaya. Karyanya secara kritis menelaah bagaimana komunitas yang beragam berinteraksi dengan masa lalu material.

Prof. Piraye Hacıgüzeller
(Hari 2 — Warisan Budaya Digital)
Profesor di ARCHES, Universitas Antwerp, dengan keahlian dalam Humaniora Digital. Penelitiannya mengkaji model semantik dan etika data yang mendasari sistem informasi arkeologi dan warisan budaya.
"Masterclass ini mencerminkan komitmen kami untuk membangun kapasitas nyata dalam praktik warisan budaya kritis dan digital di seluruh Indonesia. Kami bangga dapat mempertemukan keilmuan dari Antwerpen dengan konteks warisan budaya yang kaya dari Sulawesi Selatan dan kepulauan Indonesia yang lebih luas."
— Dr. Yadi Mulyadi, Direktur Program, Masterclass 2026
Siapa yang Dapat Mendaftar
Masterclass ini terbuka untuk 25–30 peserta dari seluruh Indonesia, dirancang untuk peneliti pascasarjana dan profesional warisan budaya tingkat menengah. Pelamar yang memenuhi syarat mencakup arkeolog, sejarawan, arsitek, praktisi warisan budaya, profesional museum, perencana kota, pekerja LSM, dan peneliti awal karier yang bekerja dalam konteks warisan budaya.
Tidak ada biaya partisipasi. Akomodasi hotel selama periode program akan disediakan bagi peserta yang dikonfirmasi yang berasal dari luar Sulawesi Selatan.
Tanggal Penting
| Tonggak | Tanggal |
|---|---|
| Pendaftaran dibuka | 20 Mei 2026 |
| Batas akhir pendaftaran | 20 Juni 2026, pukul 23:59 WITA |
| Pengumuman hasil seleksi | 30 Juni 2026 |
| Masterclass | 14–16 Juli 2026, Unhas Hotel, Makassar |
Pendaftaran dilakukan melalui formulir daring (Microsoft Forms). Tautan akan diumumkan melalui saluran resmi Arkeologi Unhas ketika pendaftaran dibuka pada 20 Mei 2026.
Tentang Mitra Penyelenggara
- Universitas Hasanuddin (Unhas) adalah salah satu universitas riset negeri terkemuka di Indonesia, berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan. Departemen Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, merupakan unit penyelenggara utama.
- Antwerp Cultural Heritage Sciences (ARCHES), University of Antwerp adalah kelompok riset yang diakui secara internasional dalam teori warisan budaya kritis, warisan budaya digital, dan metodologi warisan budaya interdisipliner. ARCHES memberikan kepemimpinan akademik dan menyediakan kedua dosen tamu.
- Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Arkeologi Sulawesi, BRIN adalah pusat riset kolaboratif di bawah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang berfokus pada penelitian arkeologi dan warisan budaya di Sulawesi.
- Yayasan Arsari Djojohadikusumo memberikan dukungan finansial yang memungkinkan terselenggaranya masterclass ini.