Mahasiswa Arkeologi Ikuti Latihan Ekskavasi (Lateks) 2026 di Area FIB
Makassar – Sebagai bagian dari tahapan pembelajaran praktis pada mata kuliah Praktikum Ekskavasi, Program Studi Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) menggelar kegiatan Latihan Ekskavasi (Lateks) 2026. Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, mulai tanggal 1 hingga 7 Oktober 2026, bertempat di area terbuka kampus Fakultas Ilmu Budaya.
Kegiatan Lateks bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam dan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai metodologi penggalian arkeologi secara sistematis dan ilmiah. Melalui simulasi lapangan ini, mahasiswa dilatih untuk menguasai berbagai teknik dasar ekskavasi, mulai dari persiapan tapak, pengukuran grid, penggalian bertahap, pembacaan stratigrafi, hingga pencatatan dan penanganan temuan (artefak/ekofak) di lapangan
.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 75 mahasiswa peserta mata kuliah dibagi ke dalam 10 tim kerja. Setiap tim bertanggung jawab membakar dan membuka satu kotak ekskavasi (pit) yang telah ditentukan di lokasi praktikum. Di bawah supervisi ketat, para mahasiswa melakukan serangkaian aktivitas teknis, meliputi:
- Pembersihan Lahan & Pembukaan Kotak (Gritting/Setting Grid): Menentukan koordinat dan batas-batas kotak ekskavasi secara presisi.
- Penggalian Bertahap (Excavation): Melakukan pengerukan tanah secara perlahan menggunakan peralatan ekskavasi sesuai standar arkeologi.
- Pencatatan & Plotting Temuan: Mencatat posisi spasial (3D), melakukan pemetaan, serta menggambar profil stratigrafi tanah.
- Pengolahan Temuan Lapangan: Melakukan pencucian, pencatatan label, dan penanganan awal terhadap artefak maupun ecofak yang ditemukan.
Seluruh rangkaian praktikum ini didampingi dan dibimbing langsung oleh tim dosen pengampu mata kuliah Praktikum Ekskavasi, yaitu:
- Dr. Muhammad Nur, S.S., M.A.
- Dr. Hasanuddin, M.Hum.
- A. Muh. Saiful, S.S., M.A.
- Suryatman, S.S., M.Hum.
Melalui latihan praktikum intensif ini, diharapkan para mahasiswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga memiliki kesiapan fisik, mental, dan keterampilan teknis yang solid sebagai calon arkeolog masa depan.



