Perkuat Kompetensi dan Capaian IKU, Mahasiswa Arkeologi Unhas Paparkan Program Kerja Magang di PKR Arkeologi Sulawesi
Makassar, 31 Agustus 2026 — Dalam upaya memperkuat kompetensi praktis sekaligus mendukung pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi—khususnya terkait program belajar di luar Program Studi—sebanyak 6 mahasiswa Prodi Sarjana Arkeologi Departemen Arkeologi FIB Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan seminar pemaparan program kerja magang di Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Arkeologi Sulawesi.
Kegiatan magang ini dirancang sebagai wadah penerapan keilmuan teori ke dalam ranah kerja teknis dan riset profesional. Dalam seminar tersebut, para mahasiswa memaparkan rencana kerja strategis mereka:
| No | Nama Mahasiswa | Program Kerja |
|---|---|---|
| 1 | Muhammad Gandhi Gautama | Berfokus pada pemetaan aktivitas kerja di lingkungan PKR-Arkeologi Sulawesi dan penyusunan buletin tahunan. |
| 2 | Vedernelis Godhard Libreks Marbun | Mempresentasikan penyusunan booklet profil instansi, inventarisasi artefak, serta digitalisasi data. |
| 3 | Aglend Yizreel Suleman | Merancang sistem database temuan menggunakan perangkat lunak Agisoft dan SketchUp. |
| 4 | Lydia Fransisca Runtuwene | Mengusung program dokumentasi kerja dan pembuatan konten edukatif berbasis media sosial untuk khalayak umum. |
| 5 | Filda Rahmayani Bintang | Memaparkan pengolahan data gambar prasejarah menjadi format digital melalui metode tracing. |
| 6 | Adolf Franklin Mokodopmis | Merencanakan inventarisasi artefak serta mengolah riset ilmiah menjadi tulisan populer di website instansi. |
Pemaparan program kerja ini disambut hangat dan mendapatkan berbagai masukan konstruktif dari para peneliti PKR-Arkeologi Sulawesi. A. Muh. Saiful, S.S., M.A. menekankan pentingnya teknik fotogrametri dalam digitalisasi spesimen tulang dan penataan ruang peraga. Di samping itu, Basran Burhan, S.S. memberikan arahan mengenai pentingnya strategi publikasi, penajaman perencanaan kerja, serta penguatan pengolahan data riset dan konservasi temuan. Melengkapi masukan tersebut, Suryatman, S.S., M.Hum. menggarisbawahi perlunya integrasi antara website dan platform media sosial instansi serta penyusunan panduan evaluasi fotogrametri temuan.
Melalui program belajar di luar prodi ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja nyata dan mengasah keterampilannya di bidang keilmuan arkeologi, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan riset dan publikasi di instansi mitra.






