Wakil Menteri P2MI Hibahkan Drone untuk Dukung Riset Arkeologi di Sulawesi Selatan
MAKASSAR — Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin menerima hibah satu unit pesawat nirawak (drone) dari Bapak Dzulfikar Ahmad Tawalla, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Serah terima hibah berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026, di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin.
Hibah diterima langsung oleh Dr. Wahyudin, S.S., M.Hum., Wakil Dekan III Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni FIB Unhas, mewakili Departemen Arkeologi. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Dr. Rosmawati, S.S., M.Si., Wakil Dekan II Bidang Perencanaan dan Sumber Daya FIB Unhas, Ketua Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Arkeologi Sulawesi, Prof. Akin Duli, M.A., serta Ketua Departemen Arkeologi FIB Unhas, Dr. Yadi Mulyadi, M.A.
Bapak Dzulfikar, yang lahir di Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menyerahkan hibah tersebut dalam kapasitas pribadi sebagai wujud kepeduliannya terhadap perkembangan riset arkeologi di tanah kelahirannya. Drone yang dihibahkan akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pemetaan dan dokumentasi udara dalam berbagai kegiatan penelitian arkeologi yang dilakukan sivitas akademika Departemen Arkeologi Unhas, termasuk survei lanskap situs, pendokumentasian kawasan cagar budaya, dan kegiatan riset lapangan lain yang memerlukan perspektif udara.
Dalam sambutannya, Dr. Wahyudin menyampaikan apresiasi atas kepedulian Bapak Dzulfikar terhadap kemajuan riset arkeologi di Sulawesi Selatan, serta menegaskan bahwa hibah tersebut akan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung berbagai agenda penelitian di lingkungan Departemen Arkeologi FIB Unhas.
Senada dengan hal tersebut, Prof. Akin Duli menekankan bahwa dukungan peralatan riset seperti ini sangat berarti bagi pengembangan metodologi penelitian arkeologi berbasis teknologi, khususnya dalam pemetaan situs dan analisis lanskap arkeologis di Sulawesi Selatan — sebuah kawasan dengan kekayaan data arkeologis yang masih terus berkembang, mulai dari jejak prasejarah hingga lanskap konflik masa kolonial dan Perang Pasifik.
Dalam suasana yang hangat, Bapak Dzulfikar turut menitipkan harapan agar perhatian penelitian arkeologi prasejarah di Sulawesi Selatan tidak hanya terpusat di kawasan Maros dan Pangkep, yang selama ini dikenal luas melalui situs-situs gua dan seni cadasnya, tetapi juga menjangkau wilayah lain, termasuk Kabupaten Gowa, yang diyakini masih menyimpan potensi arkeologis yang belum banyak tergali.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara individu, akademisi, dan pemangku kebijakan dalam mendukung kemajuan riset kearkeologian di Indonesia, khususnya di Kawasan Timur Indonesia. Departemen Arkeologi FIB Unhas menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan, dan berharap kerja sama serupa dapat terus terjalin demi kemajuan ilmu pengetahuan kearkeologian di masa mendatang.

Serah terima hibah drone dari Bapak Dzulfikar Ahmad Tawalla kepada Departemen Arkeologi FIB Unhas