Tim PPMU UNHAS Dorong Inovasi Produk Lebah melalui Sosialisasi dan Pelatihan Lilin Aromaterapi di Bulukumba
Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Hasanuddin (PPMU UNHAS) melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui sosialisasi pemanfaatan produk lebah dan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi selama dua hari yaitu pada hari Sabtu-Minggu, 13-14 Juni 2026, di Kampus Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong pemanfaatan potensi sumber daya lokal menjadi produk inovatif yang memiliki nilai ekonomi.
Ibu Dr. Andi Gita Maulidyah Indraswari Sukri, M.Si. selaku ketua Tim PPMU UNHAS serta didampingi beberapa mahasiswa biologi menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat mengenai peluang pengembangan produk berbasis sumber daya lokal. Produk lebah yang selama ini lebih banyak dimanfaatkan secara konvensional dapat dikembangkan menjadi produk kreatif yang memiliki nilai estetika, fungsi, dan potensi pemasaran yang lebih luas.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan berbagai potensi hasil budidaya lebah, tidak hanya berupa madu, tetapi juga produk turunan lainnya yang dapat dikembangkan menjadi komoditas bernilai tambah. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah pemanfaatan lilin lebah (beeswax) sebagai bahan dasar pembuatan produk aromaterapi yang ramah lingkungan dan memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai usaha kreatif masyarakat.
Dalam sesi pelatihan hari pertama, peserta mendapatkan pemahaman melalui sosialisasi berbagai produk lebah dan manfaatnya. Pada hari kedua kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan tahapan pengolahan bahan baku, teknik pembuatan lilin aromaterapi, pencampuran bahan pendukung, hingga proses pembentukan dan pengemasan produk. Pendekatan praktik langsung yang diberikan bertujuan agar masyarakat tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki keterampilan untuk menghasilkan produk secara mandiri. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama saat mengikuti proses demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi. Peserta aktif berdiskusi mengenai teknik produksi, pemilihan bahan, hingga peluang pengembangan produk sebagai bagian dari usaha masyarakat.
Melalui kegiatan pengabdian ini, UNHAS terus memperkuat perannya dalam mendukung inovasi berbasis masyarakat, khususnya melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan keterampilan, kemandirian, serta pengembangan ekonomi lokal. Selain itu, sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa dan masyarakat lokal diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi dan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem usaha berbasis produk lebah di Bulukumba sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Penulis: Nenis Sardiani, S.Si., M.Si.