SARJANA ILMU SEJARAH
Kuliah Tamu: Repatriasi Warisan Budaya Indonesia di Belanda Bersama Bonnie Triyana
Administrator · 10 April 2026

Kuliah Tamu: Repatriasi Warisan Budaya Indonesia di Belanda Bersama Bonnie Triyana


Departemen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin kembali menyelenggarakan kegiatan akademik berupa kuliah tamu yang menghadirkan sejarawan sekaligus jurnalis, Bonnie Triyana, dengan mengangkat tema “Repatriasi Warisan Budaya Indonesia di Belanda.” Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan pembelajaran pada mata kuliah Sejarah Cagar Budaya, yang diikuti oleh mahasiswa Departemen Ilmu Sejarah.

Bonnie Triyana dikenal sebagai sejarawan publik yang aktif dalam upaya diseminasi sejarah kepada khalayak luas. Ia merupakan pendiri dan Pemimpin Redaksi majalah sejarah populer Historia, serta terlibat dalam berbagai inisiatif pelestarian dan pengarusutamaan sejarah di ruang publik. Selain itu, saat ini ia juga menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), yang semakin memperkuat perannya dalam mendorong kebijakan terkait kebudayaan dan sejarah di tingkat nasional.

Dalam kuliah tamu ini, Bonnie Triyana membahas secara komprehensif dinamika historis dan politik di balik keberadaan berbagai koleksi warisan budaya Indonesia yang saat ini tersimpan di museum-museum di Belanda. Ia menjelaskan bahwa proses pemindahan artefak tersebut tidak dapat dilepaskan dari konteks kolonialisme, di mana benda-benda budaya diambil dalam berbagai situasi, baik melalui ekspedisi ilmiah, transaksi, maupun perampasan.

Lebih lanjut, diskusi menyoroti upaya-upaya repatriasi yang kini semakin menguat sebagai bagian dari kesadaran global akan pentingnya keadilan historis. Dalam konteks ini, pemerintah Indonesia bersama berbagai lembaga internasional terus mendorong pengembalian benda-benda bersejarah tersebut ke tanah air. Bonnie Triyana juga menekankan bahwa repatriasi bukan semata persoalan pemindahan fisik artefak, tetapi juga menyangkut pemulihan memori kolektif, identitas budaya, serta kedaulatan atas sejarah bangsa.

Kegiatan ini berlangsung secara interaktif, di mana mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan kritis terkait aspek hukum, diplomasi budaya, serta tantangan teknis dalam proses repatriasi. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa dalam memahami isu-isu kontemporer yang berkaitan dengan pelestarian dan pengelolaan cagar budaya.

Selain melaksanakan kuliah tamu, Bonnie Triyana juga berkesempatan mengunjungi Laboratorium Sejarah Departemen Ilmu Sejarah. Kunjungan ini menjadi ruang dialog tambahan antara praktisi sejarah publik dengan sivitas akademika, sekaligus memperkenalkan berbagai fasilitas serta aktivitas akademik yang mendukung pembelajaran sejarah di lingkungan departemen.

Melalui kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga mampu melihat relevansi kajian sejarah cagar budaya dalam konteks global dan aktual. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang refleksi akademik mengenai pentingnya peran generasi muda dalam menjaga, merawat, dan memperjuangkan warisan budaya Indonesia.