Penguatan Kajian Manuskrip melalui Kolaborasi BRIN dan Fakultas Ilmu Budaya Libatkan Mahasiswa Ilmu Sejarah
Kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Fakultas Ilmu Budaya terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan kajian manuskrip, khususnya dalam mendorong keterlibatan aktif mahasiswa lintas disiplin. Kegiatan ini telah berlangsung sejak tahun lalu sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkenalkan, mengkaji, dan melestarikan manuskrip sebagai sumber penting dalam studi sejarah dan kebudayaan.
Kuliah umum yang diselenggarakan pada 17 April dengan judul “The (Im-)Materiality of Manuscripts in Decolonizing Heritage Practices” merupakan salah satu rangkaian dari kolaborasi tersebut. Kegiatan ini menghadirkan Verena Meyer sebagai pembicara yang memberikan penguatan terkait kesiapan akademik mahasiswa dalam mengenali, membaca, dan memahami manuskrip secara lebih mendalam, sekaligus memperluas perspektif tentang praktik dekolonisasi dalam pengelolaan warisan budaya.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai jurusan di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya. Dari Departemen Ilmu Sejarah, partisipasi diwakili oleh Alyah Tiarawangi Mattapuang, mahasiswa angkatan 2024, yang turut ambil bagian dalam proses pembelajaran dan diskusi akademik yang berlangsung.
Melalui kegiatan ini, para mahasiswa tidak hanya dibekali dengan pemahaman konseptual dan keterampilan teknis dalam kajian manuskrip, tetapi juga diberikan penguatan untuk menjadi pionir di masa mendatang dalam bidang pelestarian dan pengembangan warisan budaya berbasis naskah. Dengan demikian, diharapkan lahir generasi akademisi muda yang mampu berkontribusi secara kritis, inovatif, dan berkelanjutan dalam pengembangan studi sejarah dan kebudayaan.