SARJANA SASTRA BUGIS MAKASSAR
Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran Lulusan 

Sikap

Setiap lulusan Prodi Sastra Daerah memiliki sikap berupa:

  1. Mampu menginternalisasikan nilai-nilai kearifan lokal, kebangsaan, kebhinekaan dan kemaritiman sebagai insan yang mandiri dan berkarakter dengan kepekaan sosial, perjuangan dan kewirausahaan.
  2. Mampu menginternalisasi nilai, norma dan etika akademik dalam kehidupan masyarakat ilmiah.

Pengetahuan 

Lulusan Prodi Sastra Daerah memiliki pengetahuan:

1. Mampu menguasai teori dan bentuk-bentuk ekspresi bahasa, sastra dan budaya dalam menyelesaikan masalah-masalah bahasa, sastra dan budaya Bugis-Makassar.

2. Mampu menguasai konsep teoritis bahasa, sastra, dan budaya berbasis teknologi digital dalam merevitalisasi bahasa, sastra dan budaya Bugis-Makassar.

Keterampilan 

Lulusan Prodi Sastra Daerah memiliki keterampilan umum berupa: 1. Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan bidang keilmuan, 2. Mampu mengkaji implikasi pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan keahliannya berdasarkan kaidah, tata cara dan etika ilmiah dalam rangka menghasilkan solusi, gagasan, desain atau kritik seni, dan 3. Mampu mengambil keputusan secara tepat dalam konteks penyelesaian masalah di bidang keahliannya, berdasarkan hasil analisis informasi dan data

Lulusan Prodi Sastra Daerah memiliki keterampilan khusus berupa: 1. Mampu membaca dan mengalih aksarakan teks beraksara lontara dan serang berbahasa Bugis-Makassar, 2. Mampu mengaplikasikan teori dan metode penerjemahan manuskrip dengan teknologi digital dalam pelestarian dan pengembangan bahasa, sastra, dan budaya Bugis-Makassar, dan 3. Mampu mengaktualisasikan konsep dan nilai yang terkandung dalam khasanah bahasa, sastra dan budaya lokal Bugis-Makassar ke dalam konteks global