FIB Unhas Sambut 1020 Mahasiswa Baru dengan Perpaduan Budaya dan Humaniora Digital
Administrator · 26 Aug 2025
FIB Unhas – Sebanyak 1.020 mahasiswa baru resmi disambut dengan prosesi meriah bernuansa budaya pada Selasa, 12 Agustus 2025. Kegiatan yang dipusatkan di “Rumah Budaya” ini menjadi penanda awal perjalanan akademik mahasiswa baru yang kini bergabung dalam keluarga besar FIB Unhas.
Sejak pagi, halaman depan fakultas dipenuhi para mahasiswa baru bersama orang tua dan kerabat yang mengantar. Panitia mengimbau peserta agar tidak menggunakan kendaraan pribadi, sehingga tercipta suasana tertib dengan barisan panjang yang mengular hingga ke trotoar.
Prosesi dimulai dengan arak-arakan perwakilan mahasiswa baru. Sebanyak 14 mahasiswa terpilih memimpin barisan. Sepuluh orang di antaranya membawa papan nama jurusan, mulai dari Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Arab, Sastra Prancis, Sejarah, Sastra Jepang, Sastra Mandarin, Arkeologi, Pariwisata, hingga Sastra Daerah. Sementara itu, empat mahasiswa lainnya—dua laki-laki dan dua perempuan—berdiri di barisan terdepan sebagai simbol Sulapa Eppa’, representasi harmoni budaya Bugis-Makassar.
Mereka disambut di gerbang Rumah Budaya dengan alunan musik tradisional Renjang Pui-pui. MC menyapa dengan hangat: “Selamat datang, Mahasiswa Baru 2025, di Rumah Kebudayaan Universitas Hasanuddin. Tempat di mana ilmu dan budaya bersua.”
Puncak prosesi berlangsung ketika Dekan FIB Unhas, Prof. Andi Muhammad Akhmar, didampingi jajaran Wakil Dekan, menyematkan simbol kehormatan berupa passapu, bando, dan kandore kepada empat mahasiswa perwakilan. Prosesi ini bukan hanya simbolik, melainkan tanda resmi bahwa para mahasiswa baru kini menjadi bagian dari keluarga besar FIB Unhas.
Turut mendampingi dalam penyematan tersebut adalah Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Ilham; Wakil Dekan II Bidang Perencanaan dan Sumber Daya, Dr. Rosmawati; serta Wakil Dekan III Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni, Dr. Wahyudin.
Setelah prosesi, mahasiswa baru disuguhkan dengan persembahan budaya berupa Ramppak Gendang dan Tari Manduppa Bosara. Pertunjukan ini menjadi penanda bahwa kebudayaan tidak hanya dipelajari, tetapi juga dihidupkan di lingkungan FIB.
Acara dilanjutkan dengan Pidato Kebudayaan dari Dekan FIB, Prof. Andi Muhammad Akhmar, berjudul “Humaniora Digital dan Tanggung Jawab Generasi Baru.” Dalam pidatonya, beliau menekankan bahwa humaniora adalah perjalanan manusia mencari makna melalui filsafat, sastra, sejarah, dan seni, yang kini memasuki fase baru dalam era digital.
Prof. Akhmar memaparkan tiga gelombang besar transformasi humaniora: digitalisasi teks pada 1940–2000-an, eksplorasi ruang kreatif digital sejak awal 2000-an, hingga fase kini ketika algoritma dan kode dipandang sebagai objek kebudayaan. Menurutnya, mahasiswa FIB berada pada posisi strategis untuk menjembatani dunia teks dan dunia data—mulai dari analisis teks sastra berbasis data, rekonstruksi situs kuno dengan model 3D, hingga pemetaan bahasa melalui perangkat lunak analisis.
“Pendidikan di Fakultas Ilmu Budaya tidak cukup hanya mengajarkan keterampilan teknis,” tegasnya. “Mahasiswa perlu mengembangkan kesadaran kritis terhadap teknologi, memahami logika algoritma, menilai dampaknya, serta menempatkannya dalam kerangka sosial dan budaya.”
Ketua Panitia, Khairil Anwar, menambahkan bahwa setiap ornamen dalam prosesi penyambutan bukan sekadar hiasan, melainkan bagian integral yang memberi makna pada keseluruhan acara. Mulai dari arak-arakan, simbol Sulapa Eppa’, hingga pidato kebudayaan, semua dirangkai untuk memberi kesan mendalam bagi mahasiswa baru sebagai awal perjalanan akademik mereka.
Dengan penyambutan ini, FIB Unhas menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang berakar pada kebudayaan sekaligus adaptif terhadap perkembangan digital. Mahasiswa baru 2025 diharapkan mampu menjadi generasi humanis yang tangguh menghadapi tantangan era baru, tanpa kehilangan jati diri budaya. (*)