SARJANA SASTRA INDONESIA

Mahasiswa Unhas-Tiongkok Pentas Lintas Budaya

Blog Post Image
Administrator | 20 Oct, 2025

MAKASSAR -Mahasiswa Sastra Indonesia Unhas dan Hefei University of Technology Tiongkok tampil memukau dalam pementasan seni kolaboratif. Mereka menyuguhkan perpaduan budaya lewat tari, puisi, musik, dan busana tradisional.

Pentas berlangsung pada Jumat, 6 Desember 2024, di Aula Mini JSi, Departemen Sastra Indonesia Unhas, sebagai bagian dari proyek tugas akhir mata kuliah Manajemen Pertunjukan.

Pementasan ini menampilkan ragam seni budaya yang memikat, mulai dari tarian empat etnis, pembacaan puisi, musikalisasi lagu, hingga peragaan busana yang memadukan pakaian tradisional Tiongkok dengan busana khas Bugis, Toraja, Mandar, dan Dayak. Kolaborasi lintas budaya ini menjadi ajang unjuk kreativitas mahasiswa sekaligus simbol persahabatan antarbangsa.

Ketua Departemen Sastra Indonesia FIB Unhas, Munira Hasjim menyampaikan apresiasi atas kerja keras para mahasiswa. Ia berharap kolaborasi dengan Hefei University of Technology dapat terus berlanjut dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa depan.

Dosen pengampu mata kuliah Manajemen Pertunjukan, Inriati Lewa, turut hadir dan memberikan penghargaan atas dedikasi mahasiswa. “Kegiatan ini membuktikan bahwa mahasiswa mampu bekerja mandiri dan siap menghadapi dunia kerja profesional,” ujarnya.

Pementasan ini juga mendapat dukungan penuh dari para dosen Departemen Sastra Indonesia serta Ketua Departemen Sastra Arab. Lebih dari 100 penonton hadir menyaksikan pertunjukan yang sarat makna dan semangat kebersamaan.

Mahasiswa dari Hefei University mengikuti program pertukaran pelajar selama satu semester di Unhas, setelah sebelumnya mempelajari Bahasa Indonesia selama dua tahun di kampus asal mereka. Selama di Makassar, mereka aktif dalam berbagai kegiatan kampus, termasuk menghadiri Dies Natalis ke-68 Unhas pada 7 September 2024 dan jalan santai Dies Natalis keesokan harinya.

Mereka juga melakukan kunjungan lapangan ke objek wisata Rammang-Rammang di Kabupaten Maros, sebagai bagian dari pengenalan budaya lokal. Sebelum kembali ke Tiongkok, beberapa mahasiswa dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Sebagai bentuk akulturasi budaya, para mahasiswa asing diberi nama Indonesia, antara lain: Li Zexi (Markus), Wang Chenxu (Melisa), Guo Xinji (Amanda), Li Jingjing (Junita), Qian Mengyuan (Selvi), Zhou Yujun (Septy), Guo Xutong (Qilla), Ye Panting (Santi), Zhao Na (Nabila), Dai Xiang (Anggi), Wang Man (Pamela), Li Xiaohang (Rafa), dan Zhon Runlin (Linda).

Program ini tidak hanya memperkuat kemampuan berbahasa Indonesia melalui mata kuliah Keterampilan Berbahasa Indonesia, tetapi juga memperdalam pemahaman mereka terhadap budaya lokal. Bagi para mahasiswa internasional, pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam membangun jejaring global dan wawasan lintas budaya. (*)

FAJAR, Jumat, 6 Desember 2024

sebelumnya
FIB Unhas Evaluasi Website Departemen dan Program Studi
selanjutnya
QS Rilis AUR 2026: Unhas Tembus 201 Besar Asia