Pameran Seni Ruang Kreasi Lansia: Inisiatif Mahasiswa Unhas yang Menyentuh
SASINDO.UNHAS-Suasana hangat dan penuh makna menyelimuti Panti Werdha Theodora yang terletak di Jalan Sungai Saddang Lama, Kecamatan Maradekayya Selatan, Kota Makassar, Minggu, 21 September 2025. Senyum bahagia dan mata yang berbinar terpancar dari wajah para lansia sore itu, menjadi saksi bisu dari sebuah pesta seni yang tak sekadar pameran biasa, melainkan sebuah perayaan hidup dan kreativitas di masa usia senja.
Pameran Seni Ruang Kreasi Lansia yang digagas Tim PKM-PM Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas) ini memberikan ruang ekspresi bagi para lansia untuk menunjukkan bakat serta semangat berkarya mereka. Puluhan karya, mulai dari lukisan penuh warna, bunga hias, hingga aksesori manik-manik, memukau para pengunjung dengan keindahan dan keunikan yang tercipta dari tangan-tangan yang sudah tak muda lagi namun tetap terampil dan penuh imajinasi.
.jpeg)
Tim pelaksana yang terdiri dari mahasiswa lintas jurusan — Sastra Indonesia, Ilmu Hukum, Fisika, dan Sejarah — memainkan peran penting dalam mewujudkan acara yang tidak hanya memamerkan karya seni, tetapi juga menebar harapan dan motivasi. Mereka adalah Alfira Hairunnisa (Sastra Indonesia), Nur Haliza Sultan (Sastra Indonesia), Muhammad Sajjad Iyadh Qusyaisyi (Ilmu Hukum), Kasyfil Aziz (Fisika), dan Siti Hajar (Sejarah).
“Pameran ini bukan hanya sekadar menampilkan seni, tapi juga membuka ruang bagi para lansia untuk berkreasi, merasakan kebahagiaan, dan menemukan makna dalam setiap karya,” ungkap Alfira Hairunnisa, mahasiswa Sastra Indonesia sekaligus salah satu pelaksana acara.
Acara yang dihadiri penghuni panti, pengurus, dan pengunjung dari pelbagai kalangan ini menciptakan suasana hangat penuh keakraban antar generasi. Wajah para lansia tampak berseri, membuktikan bahwa berkarya adalah jembatan yang menghubungkan pengalaman masa lalu dengan penghargaan dan perhatian di masa kini.
Salah satu peserta, Oma Ettha, tak kuasa menyembunyikan rasa haru dan terima kasihnya. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan betapa besar arti kehadiran mahasiswa dan kegiatan ini bagi semangat hidupnya serta teman-temannya.
“Kami, oma-oma, sangat bangga dan berterima kasih atas perhatian dan kerja keras adik-adik mahasiswa. Kalian tulus, dan itu membuat kami bahagia,” ujarnya penuh haru.
Pameran ini tidak sekadar menjadi ajang apresiasi seni, melainkan pengingat bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berkarya dan mengekspresikan diri. Selain meningkatkan kualitas hidup para lansia, inisiatif ini juga diharapkan dapat menginspirasi panti-panti werdha lain untuk menyediakan ruang serupa bagi warganya menyalurkan kreativitas. (*/)