Sastra Bangun Karakter Andikpas
MAROS - Sebanyak 74 Anak Didik Pemasyarakatan (Andikpas) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Maros mengikuti Pelatihan dan Bimbingan Menulis Sastra pada Rabu, 6 Maret 2024. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun karakter dan ekspresi diri melalui pendekatan sastra.
Pelatihan dipimpin Dr. Inriati Lewa, Dosen Departemen Sastra Indonesia Universitas Hasanuddin, bersama Syahwan Alfianto Amir. Turut hadir sebagai pemateri, Ilham Wasi, Redaktur Fajar, yang memberikan motivasi dan panduan menulis kepada para peserta.
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana Anak LPKA Maros, Mustafa, menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap pelatihan ini menjadi bekal berharga bagi Andikpas dalam menjalani masa pembinaan dan kehidupan setelahnya. “Kami harap ilmu yang didapatkan mereka dapat diamalkan,” ujarnya.
Pelatihan ini menitikberatkan pada penguatan karakter melalui sastra. Dr. Inriati Lewa menekankan bahwa sastra bukan sekadar karya seni, melainkan cermin emosi dan nilai-nilai kemanusiaan. “Setiap karya sastra memiliki keunikan dan mampu menggambarkan isi hati pengarang,” jelasnya.
Dalam sesi pembukaan, peserta dibekali kiat menulis yang mencakup motivasi, kemampuan, dan pengetahuan. Sastra diperkenalkan sebagai media ekspresi yang dapat membuka cakrawala berpikir, menghibur, dan mengasah keterampilan menulis.
Para Andikpas juga diajak menonton film inspiratif bertema kasih sayang orang tua. Setelah itu, mereka menuliskan kisah-kisah reflektif yang lahir dari pengalaman pribadi dan suasana pembinaan di LPKA.
Ilham Wasi mendorong peserta untuk menggali cerita dari benda-benda berkesan di lingkungan LPKA hingga pengalaman hidup yang menginspirasi.
“Semua ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi Andikpas setelah masa pembinaan,” tuturnya.
LPKA Maros saat ini menampung 74 narapidana anak dengan berbagai latar kasus. Fasilitas pembinaan dinilai memadai, mulai dari ruang belajar, perpustakaan, klinik, hingga dapur yang higienis. Semua mendukung proses pembinaan yang manusiawi dan edukatif. (*/)