SARJANA SASTRA INDONESIA

Sehari Bersama Komunitas dan Alam Rammang-Rammang

Blog Post Image
Administrator | 30 Nov, 2025

 

MAROS-Rammang-Rammang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menjadi tujuan kunjungan rombongan mahasiswa Universitas Teknologi Hefei, Tiongkok yang sedang belajar di Departemen Sastra Indonesia Universitas Hasanuddin pada Sabtu, 29 November 2025. Tepat pukul 10.40 WITA, mahasiswa Tiongkok bersama dosen-dosen Sastra Indonesia Universitas Hasanuddin tiba untuk mengikuti fieldtrip yang bertujuan mengenal lanskap karst sekaligus mempelajari kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Sebelum menjelajahi kawasan karst, rombongan mengunjungi Rumah Belajar Anak Sungai di Desa Salenrang. Rumah belajar yang dipelopori oleh Muhammad Ikhwan atau biasa dikenal dengan Iwan Bento ini menjadi pusat kegiatan masyarakat, tempat anak-anak belajar menari, mengaji, berdiskusi, serta mengikuti kelas Bahasa Inggris. Bagi para mahasiswa, kunjungan ini membuka pandangan baru tentang bagaimana pendidikan berbasis komunitas bekerja di daerah yang jauh dari pusat layanan formal.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah program kerajinan berbahan sampah plastik kemasan. Para perempuan setempat mengolah bungkus Milo, Pop Ice, dan kopi instan menjadi tas, tempat tisu, dan taplak meja. Mahasiswa diajak mencoba langsung proses pembuatannya. Interaksi sederhana—dengan campuran Bahasa Indonesia, isyarat tangan, dan sedikit Bahasa Inggris—membuat suasana menjadi hangat. Mereka melihat bagaimana barang yang dianggap tidak berguna bisa berubah menjadi produk bernilai guna yang membantu ekonomi keluarga.

Melalui penjelasan Iwan Bento, para mahasiswa memahami bahwa upaya pemberdayaan tidak selalu membutuhkan fasilitas besar. Inisiatif kecil yang dilakukan terus-menerus dapat memberi dampak nyata bagi masyarakat. Pengalaman ini juga membantu mereka menghubungkan teori pembangunan yang dipelajari di kelas dengan praktik sehari-hari warga.

Pada saat praktik berlangsung, Jing Chunlu atau biasa disapa dengan Luna menyampaikan bahwa ini hal yang baru yang ia lakukan membuat potongan plastik menjadi benang untuk bahan membuat tas kemudian dirajut dengan tangan yang sangat kaku, sementara Nadia setelah membuat pola langsung semangat merajut karena di Tiongkok ia sering merajut dengan menggunakan benang woll.

Setelah sesi kegiatan selesai dan sembari menunggu hujan redah, rombongan berfoto bersama dan melanjutkan perjalanan menuju kawasan utama Rammang-Rammang. Perjalanan menjadi lebih seru ketika mereka menaiki perahu kecil untuk menyusuri sungai. Perahu bergerak perlahan melewati pepohonan nipah dan beberapa permukiman warga, sementara mahasiswa menikmati suasana baru yang mungkin belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

Dalam perjalanan menaiki perahu, Mikaya diberikan kesempatan duduk di depan perahu untuk berfoto ria. Setelah melihat hasilnya, ia sangat bahagia karena viewnya adalah gunung karst di tengah belahan pohon nipah. 

Keseruan semakin terasa setelah perahu sampai di Dermaga Tiga. Mahasiswa dan dosen Sastra India harus melewati deretan empang milik warga. Di balik petak-petak air itu, gunung-gunung karst berdiri menjulang. Pemandangannya begitu indah, seolah membawa rombongan memasuki dunia yang berbeda. Air yang tenang memantulkan bentuk-bentuk karst yang dramatis, membuat perjalanan singkat itu menjadi salah satu momen paling berkesan.

Mahasiswa Tiongkok sangat senang melakukan fieldtrip. Salah satu dari mereka bernama Jeslyn mengatakan gunung ini sangat indah dan ini menjadi perjalanan yang menyenangkan, saya tidak merasakan capek melainkan bahagia. 

Fieldtrip hari itu memberikan dua pelajaran penting bagi para mahasiswa: bagaimana masyarakat membangun kemandirian melalui komunitas, dan bagaimana alam yang indah perlu dijaga bersama. Mereka pulang dengan pengalaman yang tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga cara pandang terhadap hubungan antara manusia dan lingkungannya. (ipa/*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sebelumnya
Dr. Dra. St. Nursa’adah, M. Hum.
selanjutnya
Mahasiswa Tiongkok Kunjungi Rammang-Rammang hingga Rumah Belajar Anak Sungai