SARJANA SASTRA INDONESIA

Silaturahmi Alumni dan Civitas Akademika Sastra Indonesia Unhas di Kebun Denassa Digagas

Blog Post Image
Administrator | 09 Jan, 2026

 

MAKASSAR — Silaturahmi alumni dan civitas akademika Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali digagas melalui kegiatan Ikatan Alumni (IKA) yang akan digelar di Kebun Denassa. Acara ini menjadi ruang temu lintas generasi untuk memperkuat kolaborasi literasi sekaligus menegaskan peran bahasa dan sastra di tengah masyarakat.

Pendiri Rumah Hijau Denassa (RHD), Darmawan Denassa, mengajak dosen, mahasiswa, dan alumni Sastra Indonesia Unhas membangun kerja kolaboratif melalui kegiatan silaturahmi yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 17 Januari 2026, di Kebun Denassa (Denassa Botanical Garden), Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa.

Ajakan tersebut disampaikan Darmawan saat berkunjung ke Departemen Sastra Indonesia Unhas, Jumat (9/1/2026). Ia menegaskan bahwa kunjungannya bukan sekadar silaturahmi, melainkan juga upaya membangkitkan semangat kolektif serta menunjukkan kontribusi nyata ilmu sastra dalam kehidupan sosial.

“Saya datang untuk memberi semangat, sekaligus mengingatkan bahwa banyak hal yang bisa kita temukan dan kerjakan bersama,” ujar peraih Kalpataru 2021 kategori Perintis Lingkungan itu.

Sebagai alumni Sastra Indonesia Unhas, Darmawan juga menyoroti posisi Bahasa Indonesia yang kini dituturkan di lebih dari 40 negara dan masuk dalam sepuluh besar bahasa dunia. Menurutnya, capaian tersebut perlu diimbangi dengan penguatan dokumentasi serta kajian bahasa yang lebih kontekstual dan berakar pada lingkungan.

Dalam kesempatan itu, ia memperkenalkan konsep Taman Bahasa Denassa, sebuah ruang belajar yang memadukan bahasa, sastra, dan lingkungan dengan menjadikan tanaman sebagai medium utama pembelajaran.

“Kami menggunakan tanaman sebagai sumber dan media ajar yang menyenangkan. Tidak hanya menyelamatkan tanamannya, tetapi juga merawat kisah di baliknya dari sisi sosiologis, ekologis, dan kultural,” jelasnya.

Sebagai contoh, ia menyebut istilah gadungan yang berasal dari tanaman gadung, yang menunjukkan keterkaitan erat antara bahasa dan lingkungan. Pendekatan ini, menurutnya, membedakan Denassa dari kebun raya pada umumnya.

Guru Besar Sastra Indonesia Unhas, Prof. Dr. Munira Hasjim, S.S., M.Hum., menilai kegiatan di Denassa memiliki potensi akademik yang besar, khususnya dalam pendataan nama-nama tanaman dari perspektif kebahasaan atau agroponimi.

“Banyak hal yang bisa dikerjakan mahasiswa di sana, terutama dalam pendataan nama-nama tanaman. Ini sangat menarik secara akademik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Departemen Sastra Indonesia FIB Unhas, Dr. Dra. Muslimat, M.Hum., menegaskan bahwa kegiatan silaturahmi tersebut tidak bersifat seremonial semata.

“Ini bukan sekadar kegiatan senang-senang, tetapi diharapkan dapat menghasilkan dokumen ilmiah yang berkaitan langsung dengan disiplin Bahasa Indonesia,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu turut hadir Sekretaris Departemen Sastra Indonesia FIB Unhas, Dr. Indarwati, S.S., M.Hum.; Guru Besar Sastra Indonesia FIB Unhas, Prof. Dr. AB. Takko Bandung, M.Hum.; Dr. Ikhwan M. Said, M.Hum.; Dr. St. Nursa'adah, S.S., M.Hum; Faisal Oddang, S.S., M.Hum.; Syahwan Alfianto Amir, S.S., M.Hum.; Ilham, S.S., M.Hum.; beserta dosen lainnya, pengurus IMSI KMFIB Unhas, serta mahasiswa Sastra Indonesia. (Nur Haliza dan Alfira/*)

 

Sumber: FAJAR

sebelumnya
Prof. Dr. Kaharuddin, M. Hum.
selanjutnya
Kuliah Umum Sastra Indonesia FIB Unhas: Menjelajahi Budaya Tiongkok Melalui Bangunan Kuno di Kota Fengchang