SARJANA SASTRA JEPANG
Bedah Identitas Lewat Sastra Jepang, FIB Unhas Gelar Kuliah Umum 'Animal Studies' Bersama Pakar Internasiona
Administrator · 11 November 2025

Bedah Identitas Lewat Sastra Jepang, FIB Unhas Gelar Kuliah Umum 'Animal Studies' Bersama Pakar Internasiona

MAKASSAR — Departemen Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya (FIB) sukses menyelenggarakan kuliah umum bertajuk Animal Studies dalam kesusastraan Jepang, Selasa (11/11). Kegiatan akademik yang berlangsung secara bauran dari ruang kelas FIB 317 ini menggandeng Eguchi Maki, Ph.D selaku pakar sastra modern dari University of Tsukuba, Jepang. Acara ini menarik perhatian akademisi lintas institusi dengan menggandeng sejumlah perguruan tinggi mitra sebagai peserta dan kolaborator. Di antaranya adalah Universitas Andalas (Unand), dan Institut Prima Bangsa.

Membedah Identitas Manusia Melalui Satwa

Kuliah umum tersebut menghadirkan pembicara utama Eguchi Maki, Ph.D, seorang Associate Professor dari Institute of Humanities and Social Sciences, University of Tsukuba. Dalam paparannya, Eguchi membedah bagaimana penggambaran satwa atau hewan non manusia dalam karya sastra modern Jepang bukan sekadar tempelan objek narasi, melainkan cerminan mendalam dari pergeseran identitas budaya dan kritik sosial masyarakat Jepang.

Dosen bidang kesusastraan Jepang FIB Unhas, Fithyani Anwar, S.S., M.A., Ph.D., menekankan pentingnya pendekatan interdisipliner ini bagi iklim akademik di program studi. Menurutnya, cara pandang kontemporer seperti studi hewan (animal studies) memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berpikir lebih kritis.

"Kajian Animal Studies membuka spektrum baru yang sangat luas bagi mahasiswa kami untuk membedah teks-teks sastra Jepang. Ini bukan hanya soal membaca cerita, tetapi melihat bagaimana cara pandang masyarakat Jepang terhadap alam dan identitas kemanusiaan mereka bertransformasi lewat metafora satwa," ujar Fithyani Anwar saat memberikan keterangannya di sela-sela acara.

Antusiasme Mahasiswa Membuka Peluang Riset Baru

Format diskusi yang interaktif memicu respons positif dari puluhan peserta yang hadir secara luring di Makassar maupun daring via Zoom Meeting. Pendekatan ekokritik dan poshumanisme dalam sastra ini dianggap menyegarkan bagi metodologi penelitian mahasiswa.

Salah satu mahasiswa Sastra Jepang Unhas yang menghadiri kegiatan tersebut, Hira Nadia Putri Zahira, mengungkapkan rasa antusiasnya terhadap topik kuliah umum ini. Kehadiran pakar asing dinilai memberikan sudut pandang riset yang belum banyak dieksplorasi di tingkat lokal.

"Kuliah umum ini sangat membuka mata kami. Biasanya riset skripsi di jurusan hanya berkutat pada unsur intrinsik tokoh manusia saja. Lewat penjelasan materi hari ini, saya jadi tertarik mengeksplorasi representasi simbolik hewan dalam novel-novel klasik maupun modern Jepang untuk bahan tugas akhir nanti," kata mahasiswa angkatan 2025 ini.

Melalui sinergi internasional dan pelibatan banyak kampus nasional, Departemen Sastra Jepang Unhasberharap kuliah tamu ini mampu memantik kolaborasi riset humaniora yang lebih masif dan relevan dengan isu-isu global di masa mendatang.