Sastra Jepang FIB Unhas Gandeng Pegadaian Tingkatkan Literasi Keuangan Mahasiswa
Makassar - Departemen Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin bekerja sama dengan PT Pegadaian Cabang Bontoala menyelenggarakan kegiatan sosialisasi literasi keuangan bertajuk “Indonesia Mengajar: Kelola Keuangan di Era Digital”. Kegiatan yang berlangsung di Aula Prof. Mattulada pada Kamis (11/12) ini diikuti oleh mahasiswa sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang bijak di tengah perkembangan teknologi digital.
Hadir sebagai narasumber, Pimpinan PT Pegadaian Cabang Bontoala, Rusli Basri, yang membawakan materi mengenai tantangan pengelolaan keuangan pada era digital. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, agar mampu mengambil keputusan finansial secara tepat dan terhindar dari berbagai risiko yang berkembang seiring pesatnya transformasi digital.
Rusli menjelaskan bahwa kemudahan akses internet dan teknologi digital tidak hanya menghadirkan berbagai peluang, tetapi juga tantangan yang perlu diwaspadai. Ia menyoroti meningkatnya penggunaan internet, maraknya aktivitas gim daring, serta penyebaran praktik judi online yang semakin banyak menyasar kalangan muda. Menurutnya, fenomena tersebut menjadi ancaman serius apabila tidak diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan dan pemahaman yang memadai mengenai risiko finansial.
Selain membahas bahaya judi online, Rusli juga memberikan edukasi mengenai pinjaman online, termasuk cara membedakan layanan keuangan yang legal dan ilegal. Ia menjelaskan pentingnya memeriksa legalitas penyelenggara pinjaman melalui sistem yang disediakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta mengingatkan mahasiswa agar lebih selektif terhadap berbagai tawaran pinjaman instan yang banyak beredar di media sosial.
Pada kesempatan yang sama, Rusli turut memperkenalkan berbagai program edukasi dan layanan yang dimiliki Pegadaian, termasuk program Pegadaian Peduli serta edukasi investasi emas sebagai salah satu instrumen pengelolaan keuangan jangka panjang. Ia menjelaskan bahwa emas dapat menjadi alternatif investasi yang relatif stabil, aman, dan mudah dicairkan ketika dibutuhkan.
Melalui kegiatan ini, Departemen Sastra Jepang FIB Unhas berharap mahasiswa dapat meningkatkan literasi keuangan, memiliki kesadaran yang lebih baik dalam mengelola keuangan pribadi, serta mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan risiko digital secara lebih bijaksana di masa mendatang.
