Departemen Sastra Jepang FIB UNHAS Gelar Lokakarya Penulisan Buku Ajar untuk Perkuat Mutu Pembelajaran
Makassar – Departemen Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin menggelar Lokakarya Teknik Penulisan Buku Ajar secara hybrid pada Rabu (29/4). Kegiatan ini menghadirkan Mila Sari, S.ST., M.Si. sebagai narasumber dan diikuti oleh dosen di lingkungan Departemen Sastra Jepang sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas bahan ajar dan pembelajaran. Dalam pemaparannya, Mila Sari menegaskan bahwa buku ajar harus dipahami sebagai instrumen pembelajaran yang dirancang untuk membantu mahasiswa mencapai capaian pembelajaran mata kuliah, bukan sekadar kumpulan materi atau teori.
“Buku ajar adalah alat untuk mencapai CPMK. Karena itu, penyusunannya harus mengacu pada CPL, CPMK, dan RPS yang telah ditetapkan. Buku ajar bukan sekadar kumpulan teori, melainkan sarana yang dirancang untuk membantu mahasiswa mencapai kompetensi yang ditargetkan,” jelas Mila Sari saat menyampaikan materi.
Ia menjelaskan bahwa penyusunan buku ajar perlu mempertimbangkan target pembelajaran, jenjang pendidikan, karakteristik mata kuliah, serta keterkaitan antara capaian pembelajaran dan indikator yang ingin dicapai mahasiswa. Menurutnya, keselarasan antara struktur materi dan tujuan pembelajaran menjadi faktor penting dalam menghasilkan buku ajar yang efektif.
Selama lokakarya, peserta diajak memahami prinsip-prinsip dasar penyusunan buku ajar, mulai dari perancangan kerangka isi, pengembangan materi, hingga strategi memastikan buku ajar mampu mendukung proses pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa.
Ketua Panitia, Hadi Hidayat, S.S., M.Hum., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Departemen Sastra Jepang untuk memperkuat kualitas pembelajaran melalui pengembangan bahan ajar yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan pendidikan tinggi.
“Kami berharap hasil diskusi, masukan, dan rekomendasi yang dihasilkan selama lokakarya dapat menjadi dasar yang kuat dalam penyusunan buku ajar yang berkualitas, inovatif, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan di Departemen Sastra Jepang,” ujar Hadi.
Menurutnya, buku ajar memiliki peran strategis dalam mendukung implementasi kurikulum serta menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan proses pembelajaran berjalan secara sistematis dan terarah.
Pelaksanaan lokakarya secara hybrid memungkinkan peserta mengikuti kegiatan baik secara luring maupun daring. Format tersebut memberi ruang yang lebih luas bagi dosen untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai praktik penyusunan buku ajar di perguruan tinggi.
Melalui kegiatan ini, Departemen Sastra Jepang FIB UNHAS berharap dapat mendorong lahirnya buku-buku ajar yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pembelajaran mahasiswa serta mendukung pencapaian capaian pembelajaran secara optimal.
