Peminatan Linguistik membekali mahasiswa dengan kemampuan menganalisis struktur dan sistem bahasa Prancis secara ilmiah. Melalui peminatan ini, mahasiswa mengkaji berbagai aspek kebahasaan mulai dari fonologi, morfologi, sintaksis, hingga pragmatik dan analisis wacana. Pendekatan yang digunakan bersifat deskriptif dan analitis, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami bagaimana bahasa Prancis bekerja, tetapi juga mampu merefleksikan fenomena kebahasaan dalam konteks sosial dan komunikatif yang lebih luas. Peminatan ini relevan bagi mahasiswa yang berminat pada bidang penerjemahan, pengajaran bahasa, penelitian kebahasaan, serta profesi yang mensyaratkan penguasaan bahasa secara mendalam dan terstruktur.
Peminatan Sastra mengajak mahasiswa untuk menyelami karya-karya sastra berbahasa Prancis dari berbagai periode dan aliran, mulai dari sastra klasik hingga karya-karya kontemporer dunia Frankofon. Melalui peminatan ini, mahasiswa mengembangkan kemampuan membaca secara kritis, menginterpretasi teks sastra, serta memahami hubungan antara karya sastra dengan konteks sejarah, sosial, dan budaya yang melatarbelakanginya. Berbagai pendekatan teori dan kritik sastra diterapkan sebagai alat analisis untuk membuka lapisan-lapisan makna dalam teks. Peminatan ini membentuk mahasiswa yang tidak hanya peka terhadap estetika bahasa, tetapi juga mampu berpikir kritis dan reflektif terhadap kondisi manusia dan masyarakat sebagaimana tercermin dalam karya sastra.
Peminatan Budaya memberikan mahasiswa pemahaman yang komprehensif tentang masyarakat, identitas, dan dinamika kebudayaan di dunia Prancis dan kawasan Frankofon secara lebih luas. Melalui peminatan ini, mahasiswa mengkaji berbagai ekspresi budaya; termasuk film, media, seni, dan praktik sosial dengan menggunakan perspektif kajian budaya yang kritis. Mahasiswa dilatih untuk memahami bagaimana nilai-nilai, ideologi, dan identitas dikonstruksi dan dinegosiasikan dalam konteks lintas budaya, termasuk dalam relasi antara kebudayaan Prancis dan Indonesia. Peminatan ini menyiapkan mahasiswa untuk berkarier di bidang-bidang yang membutuhkan sensitivitas lintas budaya, seperti diplomasi, pariwisata, jurnalisme, serta lembaga budaya dan internasional.
Ketik minimal 2 karakter lalu tekan Enter