SARJANA TEKNIK LINGKUNGAN
Mahasiswa Teknik Lingkungan Unhas Raih Gold Medal InTechSEA 2026 melalui Inovasi Bahofood Cycle
admin Teknik Lingkungan · 14 September 2026

Mahasiswa Teknik Lingkungan Unhas Raih Gold Medal InTechSEA 2026 melalui Inovasi Bahofood Cycle

Mahasiswa Program Studi Sarjana Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin, Vhia Adelia Nayla Putri (D131251102), berhasil meraih Gold Medal dalam kategori The B57+ Awards for Sustainability Innovation pada ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2026 bersama timnya melalui inovasi Bahofood Cycle.

Bahofood Cycle merupakan inovasi dengan pendekatan Community-Based Solution dalam pemanfaatan food waste atau sampah makanan yang berasal dari warung makan untuk mendukung produksi larva Black Soldier Fly (BSF). Inovasi tersebut dikembangkan dengan mengambil lokasi penerapan di Desa Bahomakmur dan Desa Labota, Kabupaten Morowali, sebagai upaya menghadirkan solusi pengelolaan sampah organik yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Melalui Bahofood Cycle, sampah makanan yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari proses budidaya larva BSF. Pendekatan ini mengedepankan prinsip pemanfaatan kembali sumber daya sekaligus mendorong pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat.

Konsep tersebut sejalan dengan prinsip circular economy, di mana material yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat diarahkan kembali ke dalam suatu siklus pemanfaatan dan menghasilkan nilai tambah. Dalam konteks masyarakat, pendekatan berbasis komunitas juga menjadi bagian penting untuk membangun kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Keberhasilan Bahofood Cycle meraih Gold Medal pada kategori The B57+ Awards for Sustainability Innovation menjadi salah satu capaian yang menunjukkan kemampuan mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Hasanuddin dalam mengembangkan gagasan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.


Bagi mahasiswa Teknik Lingkungan, keterlibatan dalam kompetisi inovasi seperti InTechSEA 2026 juga menjadi kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan akademik dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat. Permasalahan food waste tidak hanya dipandang sebagai persoalan pembuangan sampah, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan melalui pendekatan teknologi dan inovasi yang tepat.

Inovasi Bahofood Cycle sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pengetahuan bidang lingkungan dan kebutuhan masyarakat dalam menciptakan solusi yang aplikatif. Pemanfaatan food waste dari warung makan untuk produksi larva BSF di Desa Bahomakmur dan Labota menjadi salah satu contoh bagaimana pengelolaan sampah dapat dikembangkan dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari solusi.

Program Studi Sarjana Teknik Lingkungan Universitas Hasanuddin menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Vhia Adelia Nayla Putri beserta tim Bahofood Cycle atas pencapaian tersebut. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Teknik Lingkungan lainnya untuk terus mengembangkan inovasi dan karya yang memberikan kontribusi bagi penyelesaian permasalahan lingkungan serta mendukung pembangunan berkelanjutan.

Selamat kepada Vhia Adelia Nayla Putri dan tim Bahofood Cycle atas pencapaian Gold Medal pada InTechSEA 2026. Terus berinovasi dan menghadirkan solusi lingkungan yang berdampak bagi masyarakat!