Enam Dosen Muda Agribisnis Pangan Vokasi Unhas Raih Hibah PDPU 2026, Menanam Harapan dari Riset yang Membumi
Enam Dosen Muda Agribisnis Pangan Vokasi Unhas Raih Hibah PDPU 2026, Menanam Harapan dari Riset yang Membumi
Ada satu hal yang selalu tumbuh diam-diam di kampus: gagasan. Ia lahir dari ruang kelas, laboratorium, percakapan panjang selepas mengajar, hingga kegelisahan melihat persoalan yang terus berulang di masyarakat. Tidak semua gagasan akan menjadi perubahan. Namun, setiap perubahan besar hampir selalu dimulai dari satu gagasan yang diberi kesempatan untuk bertumbuh.
Tahun ini, kesempatan itu datang melalui Program Hibah Penelitian Dosen Pemula (PDPU) Universitas Hasanuddin Tahun Anggaran 2026. Enam dosen dari Program Studi Agribisnis Pangan, Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin, berhasil memperoleh pendanaan untuk mengembangkan penelitian yang berangkat dari persoalan nyata di sektor pangan dan agribisnis.
Capaian tersebut menjadi kabar menggembirakan, bukan hanya bagi para penerima hibah, tetapi juga bagi lingkungan akademik yang terus berupaya menghadirkan riset yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Keenam dosen tersebut adalah:
Ariella Ramadhani Putri, S.P., M.Si., dengan penelitian mengenai strategi pengembangan agribisnis kopi robusta pada ekosistem karst di Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros.
apt. Zulfikar Syamsi, S.Si., M.Agb., MCE, yang meneliti integrasi data rantai pasok global api kluster terhadap kardiovaskular dan implikasinya terhadap potensi substitusi agroindustri lokal pada industri farmasi nasional.
Andi Syastiawan, S.Pt., M.Si., melalui riset tentang keberlanjutan agribisnis pangan lokal berbasis Program Makan Bergizi Gratis dengan melibatkan petani pemasok dan penerima manfaat.
Igods Gabryaldo, S.T., M.Agb., yang mengangkat evaluasi biaya marketplace Shopee dan implikasinya terhadap profitabilitas UMKM kopi lokal melalui studi kasus Kopi Toraja Gandangbatu.
Muhammad Ridwan, S.TP., M.Sc., Ph.D dengan penelitian mengenai pengaruh pelatihan penyuluhan dan karakteristik lahan terhadap produktivitas padi pada lahan non rawa di Mamasa, Sulawesi Barat.
Andi Ermelda, S.P., M.Si., yang meneliti analisis kesiapan sosial ekonomi dan kelembagaan kelompok tani dalam mendukung Program Optimalisasi Lahan Non Rawa di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Menariknya, keenam penelitian tersebut tidak berjalan pada jalur yang sama, tetapi bertemu pada satu tujuan: memperkuat sistem pangan Indonesia dari berbagai sisi.
Ada yang berbicara tentang kopi dan keberlanjutan UMKM. Ada yang menyoroti rantai pasok dan industri farmasi. Ada pula yang berfokus pada produktivitas pertanian, kelembagaan petani, hingga efektivitas Program Makan Bergizi Gratis yang kini menjadi perhatian nasional. Ragam tema tersebut menunjukkan bahwa agribisnis hari ini bukan sekadar urusan budidaya, melainkan juga tentang teknologi, ekonomi, kebijakan, hingga kesejahteraan masyarakat.
Bagi Program Studi Agribisnis Pangan Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin, pencapaian ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus membangun budaya riset yang aplikatif. Sebagai institusi pendidikan vokasi, penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi diarahkan agar mampu melahirkan solusi yang dapat diterapkan di lapangan serta memberikan manfaat nyata bagi petani, pelaku usaha, maupun masyarakat luas.
Semoga setiap penelitian yang akan dijalankan tidak hanya menghasilkan temuan akademik, tetapi juga menjadi pijakan bagi lahirnya inovasi, kolaborasi, dan kebijakan yang lebih baik bagi sektor pangan Indonesia.
Sebab pada akhirnya, riset terbaik bukanlah yang hanya selesai di meja peneliti. Riset terbaik adalah yang menemukan jalannya sendiri menuju kehidupan banyak orang.