Lulusan adalah tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi klinis tinggi dalam memberikan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut secara profesional.
Kompetensi Klinis: Mampu melakukan tindakan preventif (seperti pembersihan karang gigi), promotif, dan kuratif terbatas (penambalan dan pencabutan gigi sulung) sesuai kewenangan.
Pendekatan Berbasis Bukti: Menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini dalam praktik klinis.
Etika Profesional: Menjalankan praktik dengan integritas tinggi, mematuhi kode etik, dan mengedepankan keselamatan pasien (patient safety).
Lulusan memiliki kemampuan manajerial untuk mengelola unit pelayanan atau klinik kesehatan gigi, baik di Puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya.
Pengelolaan Sumber Daya: Mampu merencanakan dan mengatur kebutuhan alat, bahan, serta sumber daya manusia dalam lingkup pelayanan asuhan terapi gigi.
Penjaminan Mutu: Mengawasi standar operasional prosedur (SOP) untuk memastikan kualitas layanan yang berkelanjutan.
Administrasi Kesehatan: Terampil dalam mengelola rekam medis dan pelaporan kesehatan gigi secara sistematis dan akurat.
Lulusan berperan sebagai pendamping yang mampu memberikan bimbingan mendalam untuk mengubah perilaku kesehatan pasien.
Komunikasi Persuasif: Menggunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengidentifikasi hambatan psikologis atau sosial yang membuat pasien enggan merawat gigi.
Modifikasi Perilaku: Menyusun rencana perubahan perilaku individu secara personal agar pasien memiliki kemandirian dalam menjaga kebersihan mulut.
Edukasi Spesifik: Memberikan konsultasi khusus untuk kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, dan lansia.
Lulusan adalah penggerak di masyarakat yang berfokus pada pencegahan penyakit gigi dalam skala luas.
Pemberdayaan Masyarakat: Mampu merancang dan melaksanakan program pemberdayaan, seperti UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah) atau UKGM (Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat).
Advokasi: Melakukan advokasi kepada pemangku kepentingan (tokoh masyarakat atau pemerintah daerah) untuk mendukung kebijakan kesehatan gigi yang inklusif.
Kearifan Lokal: Mampu mengemas pesan kesehatan gigi dengan pendekatan budaya, khususnya bagi masyarakat pesisir dan kepulauan sesuai dengan visi maritim Unhas.
Ketik minimal 2 karakter lalu tekan Enter