SARJANA ARKEOLOGI
Belajar dari Bumiayu

Belajar dari Bumiayu

Oleh: Eklesia Karin Parrangan
Awalnya saya mengira Bumiayu hanyalah sebuah lokasi untuk penelitian, sekedar tempat untuk saya menjalani kegiatan magang. Namun, seiring berjalannya waktu, saya mulai menyadari bahwa Bumiayu bukan sekedar tempat, melainkan ruang yang menyimpan ingatan panjang yang perlahan dipahami. Mulai dengan diberi materi di kelas sebagai bekal untuk memahami terkait apa saja yang ada di Bumiayu. 

Saya tidak hanya belajar bagaimana menggali atau membaca lapisan tanah, tetapi juga diperkenalkan pada berbagai pendekatan ilmiah yang membuka cara pandang baru terhadap masa lalu. Mulai tentang metode Etnografi dalam Penelitian Tradisi Lisan, serta dikenalkan pada penggunaan teknologi pemindaian modern seperti 3D Laser Scanner BLK 360 dan handheld 3D Einscan Scanner yang memungkinkan dokumentasi situs secara lebih detail dan presisi. Selain itu, materi tentang paleobotani yang disampaikan oleh Dr. Anna Florin memperlihatkan bagaimana sisa-sisa tumbuhan dapat mengungkap pola kehidupan masa lampau, sementara kajian zooarkeologi di Asia Tenggara dan Pasifik oleh Dylan Gaffney dari Oxford University memperluas pemahaman saya tentang hubungan manusia dan hewan dalam konteks budaya.

Melalui rangkaian materi tersebut, saya semakin menyadari bahwa memahami masa lalu tidak bisa dilakukan dengan satu cara saja. Ia membutuhkan perpaduan antara ketelitian ilmiah, teknologi, dan kemampuan membaca jejak-jejak kecil yang sering kali luput dari perhatian. Dari sinilah saya mulai mengerti bahwa sebelum benar-benar “mendengarkan” cerita Bumiayu di lapangan, saya terlebih dahulu dilatih untuk mengenali berbagai Bahasa yang digunakan masa lalu untuk berbicara kepada kita.

Materi zooarkeologi di Asia Tenggara dan Pasifik oleh Dylan Gaffney

Materi tentang Paleobotani yang disampaikan oleh Dr. Anna Florin

Materi Pengenalan alat 3D Laser Scanner BLK 360 dan Handheld 3D Einscan Scanner oleh Mas Dewangga

Materi metode Etnografi dalam Penelitian Tradisi Lisan yang disampaikan oleh Bapak Dr. Herry Yogaswara