SARJANA SASTRA INDONESIA

Sejarah Program Studi

Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, resmi berdiri pada 11 Desember 1960. Pada awalnya, program ini bernama Jurusan Sastra Indonesia dan dibuka berdasarkan Surat Keputusan Nomor 101248/U.U., yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Soepardo, dengan J.E. Tatengkeng sebagai ketua jurusan pertama.
Saat ini, Program Studi Sastra Indonesia memiliki dua konsentrasi keilmuan utama:
• Ilmu Bahasa Indonesia
• Ilmu Kesusastraan Indonesia
Kedua konsentrasi tersebut diperkuat dengan pendekatan interdisipliner melalui pengayaan bidang ilmu kebudayaan.
Dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi: pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, program studi ini senantiasa mengupayakan proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Perhatian khusus juga diberikan pada pengembangan kurikulum sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan untuk mencapai visi, misi, profil lulusan, capaian pembelajaran, dan tujuan program studi.
Revisi kurikulum dilakukan paling lambat setiap empat tahun sekali, sebagai respons terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, serta kebutuhan dunia kerja. Revisi terakhir juga mempertimbangkan kebijakan nasional, seperti Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, yang menekankan pentingnya inovasi, kreativitas, dan semangat “Kampus Merdeka”.
Kurikulum 2023 (K-23) merupakan hasil penyelarasan dari Kurikulum 2020 (2020–2024), yang telah ditetapkan oleh Senat Universitas setelah melalui proses panjang dan diskusi mendalam. Kurikulum ini mulai diberlakukan pada semester awal tahun akademik 2020/2021.
Sebelumnya, pada tahun 2018, telah disusun Kurikulum Berbasis Capaian (Outcome-Based Education/OBE), sebagai kelanjutan dari Curriculum Alignment tahun 2017. Curriculum Alignment ini merupakan hasil penyempurnaan dari lokakarya kurikulum tahun 2013 di Malino, yang kemudian diberlakukan pada semester awal 2014/2015. Semua proses ini merupakan respons terhadap tuntutan stakeholder dan kebijakan KKNI.
Penyusunan Kurikulum K-23 juga didasarkan pada hasil tracer study serta masukan dari para pemangku kepentingan, termasuk alumni, mahasiswa, dan pihak institusional.
Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB)
Fakultas Sastra dan Filsafat Universitas Hasanuddin resmi dibuka pada 11 Desember 1960 melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 102248/UU/03. Pendirian fakultas ini merupakan buah pemikiran para intelektual dan budayawan Makassar, seperti Mattulada (antropolog) dan J.E. Tatengkeng (sastrawan dan negarawan), yang telah merintis gagasan ini sejak tahun 1959.
Fakultas ini juga mendapat dukungan dari proses peleburan beberapa unit kursus B.I. milik Yayasan Perguruan Tinggi Makassar ke dalam Unhas, di bawah koordinasi Syamsuddin Daeng Mangawing dan Prof. G.J. Wolhoff.
Pemimpin pertama fakultas ini adalah Prof. Dr. Ph. O. L. Tobing, seorang antropolog lulusan Universitas Utrecht, Belanda, yang sebelumnya mengajar di 
Universitas Padjadjaran Bandung dan diangkat sebagai Guru Besar Unhas pada tahun 1958. Ia menjabat hingga tahun 1964, didampingi oleh sekretaris pertama S.N. Turangan, yang kemudian digantikan oleh Drs. Achmad Dahlan.
Perubahan nama dan struktur organisasi fakultas terjadi beberapa kali:
• Tahun 1964: menjadi Fakultas Sastra, dengan tambahan Jurusan Sastra Arab dan Kebudayaan Islam serta Jurusan Sejarah.
• Tahun 1977: bergabung dengan Fakultas Ilmu Sosial Politik dan Ekonomi menjadi Fakultas Ilmu Sosial Budaya.
• Tahun 1983: kembali berdiri sendiri sebagai Fakultas Sastra.
• Tahun 2015: berubah nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya, sesuai dengan PP No. 53 Tahun 2015 tentang Statuta Universitas Hasanuddin.
Fakultas Ilmu Budaya merupakan fakultas keempat yang didirikan di Unhas, setelah Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Kedokteran. Perkuliahan awalnya berlangsung di Kampus Baraya, Jalan Sunu, sebelum pindah ke Kampus Tamalanrea. Pembangunan Gedung Fakultas Ilmu Sosial (FIS) pada 1980-an menjadi penanda penting dalam perkembangan akademik dan fasilitas fakultas ini. (*)