Sejarah Sastra Prancis
Departemen Sastra Prancis (sebelumnya Jurusan Sastra Prancis) merupakan salah satu departemen yang ada di Fakultas Ilmu Budaya (dulu Fakultas Sastra) Universitas Hasanuddin. Departemen ini didirikan pada tahun 1983 dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 8154/0/1983. Pada saat itu, nama departemen sesuai SK Mendikbud adalah Jurusan Sastra Barat Roman, dengan pertimbangan bahwa bahasa Prancis merupakan rumpun bahasa Roman yang diharapkan di waktu mendatang akan berkembang dengan bertambahnya konsentrasi bahasa-bahasa Roman lainnya, seperti: Italia, Spanyol, dan Portugis. Namun dalam perkembangan selanjutnya, istilah Barat Roman kurang dikenal dalam masyarakat sehingga berubah menjadi Sastra Prancis. Pendirian Program Studi Sastra Prancis disesuaikan dengan kenyataan bahwa:
-
Sebagai salah satu negara maju, Prancis mempunyai peranan yang besar dalam hubungan internasional, termasuk Indonesia, dalam bidang kebudayaan, sosial, ekonomi, politik, dan teknologi.
-
Sebagai negara maju, Prancis merupakan salah satu pusat ilmu pengetahuan, budaya dan teknologi sejak Abad Pertengahan yang dapat didayagunakan Indonesia dalam pengembangan dirinya.
-
Bahasa Prancis merupakan salah satu bahasa ilmu pengetahuan dan bahasa pergaulan internasional sejak abad XVII serta salah satu bahasa resmi di PBB.
-
Dalam era teknologi informasi (globalisasi), kedudukan bahasa asing, seperti bahasa Prancis, menjadi salah satu alat komunikasi yang dibutuhkan dalam melakukan hubungan antar bangsa.
Cikal bakal departemen Sastra Prancis sebenarnya telah ada dengan dibukanya
pengajaran bahasa Prancis di Fakultas Sastra Unhas mulai tahun 1974. Dengan Surat Keputusan Mendikbud di atas, jurusan Sastra Prancis Universitas Hasanuddin mulai menerima mahasiswa tahun 1984 dengan jumlah 12 orang. Pada tahun 1985 dan 1986, jumlah mahasiswa bertambah menjadi 15 orang. Kemudian pada tahun-tahun berikutnya, jumlah penerimaan mahasiswa mengalami peningkatan, yaitu 30 sampai 35 orang. Bertambahnya jumlah mahasiswa menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mempelajari bahasa dan kebudayaan Prancis tersebut.
Departemen Sastra Prancis terus mengalami perkembangan, bukan hanya dari segi jumlah penerimaan mahasiswa, tetapi juga dari peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga pengajar. Pada awalnya, proses pembelajaran banyak dibantu oleh dosen luar biasa, kemudian departemen mulai menerima staf pengajar tetap yang memiliki kualifikasi beragam baik S2 dan S3. Sebagai upaya peningkatan kualitas dosen dan proses pembelajaran, para dosen mengikuti pelatihan di dalam dan di luar negeri (Prancis) dalam bidang metode pengajaran, penerjemahan, wawasan budaya dan filsafat, baik yang dilakukan melalui kerjasama dengan pemerintah Prancis (ekstern) maupun melalui pelatihan di tingkat universitas atau fakultas (intern).