Desain Kurikulum Program Studi
Program Studi Sarjana Terapan Agribisnis Pangan menerapkan desain kurikulum yang
berpusat pada masalah yang perlu diselesaikan (
Problem-Centered Design). Desain ini adalah pendekatan yang menempatkan masalah nyata dari industri sebagai fokus utama pembelajaran. Dalam desain ini, mahasiswa dihadapkan pada situasi atau masalah yang relevan dengan dunia kerja dan harus menemukan solusi inovatif melalui penelitian, diskusi, dan aplikasi pengetahuan yang sudah dipelajari. Pendekatan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan berpikir kritis, problem solving, dan kemampuan untuk bekerja dalam lingkungan yang dinamis, khususnya di industri. Untuk mendukung implementasi Desain Kurikulum Problem-Centered Design, beberapa model pembelajaran diterapkan untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menghadapi masalah nyata di industri
1) Pembelajaran Mandiri Terarah (Self-Directed Learning - SDL)
Dalam SDL, mahasiswa didorong untuk merancang sendiri proses pembelajaran mereka, dengan bimbingan minimal dari dosen. Ini memberikan mahasiswa kebebasan untuk mengembangkan kemampuan mereka melalui riset mandiri, eksplorasi literatur, dan analisis kasus.
2) Pembelajaran Berbasis Lapangan (Field-Based Learning)
Field-Based Learning melibatkan mahasiswa secara langsung dalam pengamatan, analisis, dan evaluasi terhadap tahapan pelayanan dan wirausaha Agribisnis Pangan. Pembelajaran ini memberikan mahasiswa pengalaman praktis yang mendalam mengenai operasional terapan pelayanan dan wirausaha di Lokasi nyata. Integrasi ini diperkuat dengan pengelolaan
Teaching Factory (TeFa) yang berkolaborasi antara oleh Program Studi Agribisnis Pangan dengan Instansi pemerintah, Teaching Factory adalah model kolaborasi pelayanan dan wirausaha yang dioperasikan oleh program studi sebagai sarana praktik lapangan yang memberikan mahasiswa kesempatan untuk menerapkan teori yang telah mereka pelajari dalam situasi nyata. Dengan adanya Teaching Factory di berbagai mitra kolaborasi, mahasiswa dapat menerapkan langsung teori manajemen yang keberlanjutan dan inovasi yang telah dipelajari di kelas. Teaching Factory ini berfungsi sebagai laboratorium praktik bagi mahasiswa, di mana mereka terlibat dalam pengambilan keputusan nyata, baik dalam operasional harian maupun dalam perencanaan strategis untuk penerapan ilmu pengetahuan. Selain pemanfaatan TeFa, FBL bisa dilaksanakan dengan mengunjungi industri peternakan modern lain yang dapat menjadi percontohan untuk perencanaan dan pengelolaanya.
3) Magang/Praktik Kerja Lapangan (PKL)
Mahasiswa diwajibkan mengikuti magang di industri selama minimal satu semester, di mana mereka mendapatkan pengalaman kerja langsung di lingkungan industri. Magang/PKL memungkinkan mahasiswa untuk mengaplikasikan keterampilan yang telah dipelajari di kelas dalam situasi kerja nyata, serta memperkuat jaringan profesional mereka. Magang/PKL membantu mahasiswa mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja dengan pengalaman praktis yang mendalam, serta memahami tantangan sehari-hari yang dihadapi oleh industri.