Kuliah Tamu Geofisika UNHAS: Bahas Efek Tapak Lokal dan Mikrozonasi Gempabumi
Makassar – Departemen Geofisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Hasanuddin, menggelar kuliah tamu bertajuk “Efek Tapak Lokal dan Mikrozonasi Gempabumi” pada Jumat (19/9/2025). Acara yang berlangsung secara daring melalui Zoom ini menghadirkan Ardian Yudhi Octantyo, S.Tr., M.DM., dari Direktorat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, BMKG, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Ardian menjelaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kegempaan tertinggi di dunia karena berada di jalur Ring of Fire dan di pertemuan tiga lempeng tektonik utama: Indo-Australia, Pasifik, dan Eurasia. Kondisi ini menjadikan Indonesia sangat rawan gempabumi maupun tsunami.
Berdasarkan data BMKG, jumlah kejadian gempa di Indonesia meningkat tajam. Jika pada periode 1990–2008 rata-rata tercatat 2.254 gempa per tahun, maka pada periode 2018–2023 angkanya melonjak signifikan hingga lebih dari 29.000 gempa pada 2024. Peningkatan ini dipengaruhi oleh faktor kemajuan sistem deteksi serta kecenderungan alami meningkatnya aktivitas tektonik.
Topik utama kuliah membahas efek tapak lokal (local site effect), yakni perbedaan intensitas guncangan di permukaan akibat kondisi geologi setempat. Ardian menekankan pentingnya peta mikrozonasi gempabumi yang dihasilkan dari analisis geoteknik dan survei seismik. Peta ini menjadi pedoman penting dalam tata ruang dan pembangunan infrastruktur, sehingga risiko kerusakan dapat ditekan.
Selain itu, Ardian menyinggung tantangan BMKG dalam memperluas jaringan instrumen pemantauan di wilayah terpencil, khususnya akselerograf. Menurutnya, penambahan jumlah perangkat harus diimbangi dengan sistem perawatan dan pengawasan yang berkelanjutan agar fungsinya optimal.
“Gempa bumi tidak bisa dicegah, tetapi dampaknya dapat diminimalkan melalui pemahaman ilmiah, teknologi yang tepat, serta kesiapsiagaan bersama,” tegasnya.
Kuliah tamu yang didukung oleh SEG SC Unhas dan HAGI SC Unhas sebagai mitra media ini ditutup dengan sesi diskusi, foto bersama, serta pembagian e-sertifikat. Kegiatan ini memperkuat kolaborasi akademik sekaligus meningkatkan pemahaman mahasiswa dan masyarakat luas mengenai mitigasi bencana gempabumi di Indonesia.

Foto Bersama Peserta Kuliah Tamu Daring Geofisika UNHAS Dengan Tema “Efek Tapak Lokal dan Mikrozonasi Gempabumi”