MAGISTER ADMINISTRASI PUBLIK

Governance Series POLiGOV Lab Bahas Tantangan Tata Kelola dalam Krisis Iklim dan Kesehatan di Kawasan Wallacea

Blog Post Image

Ahmad · 09 Oct 2025

Makassar — Departemen Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin, melalui Policy and Governance Laboratory (POLiGOV Lab), kembali menggelar kegiatan rutin Governance Series dengan tema “Governance Challenges in Addressing Climate-Induced Health and Social Vulnerabilities in Wallacea Region.”
Diskusi ini dimoderatori oleh Sri Nurindah Sari Arsyad, S.Sos., M.AP., asisten peneliti di POLiGOV Lab. Fisip Unhas. 

Pembicara utama kali ini adalah Sudirman Nasir, Ph.D., Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas dan Chair Unhas Climate Crisis and Health Research Group, yang menekankan bahwa krisis iklim merupakan tantangan global sangat kompleks dan tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan tunggal.

“Krisis iklim adalah masalah kompleks yang kita hadapi bersama. Oleh karena itu, dibutuhkan solusi dan tim yang juga kompleks, melibatkan berbagai disiplin ilmu untuk mencari solusi bersama,” ungkapnya 

Dalam paparannya, Dr. Sudirman menyoroti pentingnya pendekatan interseksional seperti syndemic approach untuk memahami keterkaitan antara krisis kesehatan, ekonomi, dan lingkungan yang saling memperburuk satu sama lain 

Ia juga menegaskan bahwa krisis iklim harus dipahami sebagai isu keadilan sosial karena dampaknya tidak merata dan sering kali memperparah ketimpangan yang telah ada 

Dr. Sudirman yang juga Senior Fellow Australia-Indonesia Center (AIC) dan Visiting Fellow di Crawford School of Public Policy, Australian National University (ANU), Australia, pada awal 2025. Keterlibatan beliau dalam riset dan jejaring internasional memperkaya perspektif diskusi mengenai bagaimana pendekatan tata kelola publik dapat berperan dalam mitigasi dampak krisis iklim terhadap kesehatan dan ketahanan sosial.

Dalam sesi diskusi, Andi Ahmad Yani, M.Si., M.Sc., M.PA. dosen Dep. Ilmu Administrasi bertindak sebagai discussant  memberikan pandangan dari perspektif tata kelola pemerintahan. Ia menyoroti lemahnya kualitas birokrasi dalam merespons isu-isu iklim dan kurangnya keterlibatan ilmuwan dalam proses pengambilan kebijakan 

“Kita perlu meninjau kembali bagaimana birokrasi kita bekerja. Tidak ada upaya serius untuk menyelesaikan masalah yang ada. Negara cenderung anti-sains, dan para ilmuwan hanya dilibatkan dalam pelaksanaan kebijakan, bukan dalam proses desain dan pengambilan keputusan,” tegasnya.

Diskusi ini juga mencatat adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu bencana, politik, kesehatan, dan sosial. Kesadaran tersebut dinilai sebagai modal sosial penting dalam mendorong perubahan kebijakan yang lebih inklusif dan berbasis bukti 

Kegiatan Governance Series merupakan forum diskusi rutin yang diinisiasi oleh POLiGOV Lab Departemen Ilmu Administrasi FISIP Unhas sebagai wadah pertukaran gagasan lintas-disiplin terkait tata kelola publik dan kebijakan kontemporer.
Acara ini dihadiri oleh Ketua Departemen Prof. Dr. Alwi, para dosen, serta mahasiswa dari berbagai departemen di lingkungan FISIP Unhas. Melalui kegiatan semacam ini, POLiGOV Lab berkomitmen memperkuat peran akademisi dalam menjembatani ilmu pengetahuan, kebijakan, dan praktik tata kelola untuk menghadapi tantangan global seperti krisis iklim dan ketimpangan sosial.

sebelumnya
Unhas Perkuat Kerja Sama dengan LSP LAN Jakarta untuk Peningkatan Kompetensi Analis Kebijakan
selanjutnya
Study Public Administration with a Global Edge!