SARJANA ARKEOLOGI
Dosen Arkeologi UNHAS Menjadi Narasumber dalam Sosialisasi Museum Kota Makassar dengan Tema “Museum untuk Semua: Sebagai Ruang Belajar, Berkarya, dan Berkolaborasi”
Administrator · 7 September 2026

Dosen Arkeologi UNHAS Menjadi Narasumber dalam Sosialisasi Museum Kota Makassar dengan Tema “Museum untuk Semua: Sebagai Ruang Belajar, Berkarya, dan Berkolaborasi”

Makassar – Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan peran strategis museum sebagai ruang publik yang inklusif, UPT Museum Kota Makassar Dinas Kebudayaan Kota Makassar melaksanakan kegiatan Sosialisasi Museum dengan tema “Museum untuk Semua: Sebagai Ruang Belajar, Berkarya dan Berkolaborasi” melalui dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 7 September 2026 bertempat di Hotel Arthama, Jalan Haji Bau No. 5 Makassar, menghadirkan Dott. Erwin Mansyur Ugu Saraka, M.Arch., M.A.T., Sc. selaku dosen dari Departemen Arkeologi Universitas Hasanuddin sebagai narasumber utama. Dalam kegiatan tersebut, beliau menyampaikan materi mengenai konsep “Museum untuk Kita Semua” yang menempatkan museum sebagai ruang yang terbuka, partisipatif, dan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.

Dalam pemaparannya, Pak Erwin menjelaskan bahwa museum modern tidak lagi hanya dipahami sebagai tempat penyimpanan dan pemajangan koleksi, tetapi sebagai ruang interaksi yang mampu menghubungkan masyarakat dengan sejarah, budaya, kreativitas, dan pengetahuan. Mengacu pada perkembangan konsep museum global, khususnya definisi museum menurut International Council of Museums (ICOM) Tahun 2022, museum merupakan institusi yang inklusif, dapat diakses oleh masyarakat luas, serta berfungsi untuk mendukung pendidikan, penelitian, kesenangan, dan berbagi pengetahuan.
Konsep “Museum untuk Semua” dalam kegiatan ini dijelaskan melalui tiga pilar utama, yaitu:

1. Museum sebagai Ruang Belajar

Museum memiliki peran sebagai sumber literasi sejarah, budaya, dan identitas masyarakat. Melalui koleksi dan program edukasi, museum dapat menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan masyarakat dengan berbagai pengetahuan secara langsung dan kontekstual. Museum tidak hanya menjadi tempat melihat benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang untuk memahami nilai dan makna yang terkandung di balik koleksi.

2. Museum sebagai Ruang Berkarya

Museum juga menjadi wadah kreativitas bagi masyarakat untuk menghasilkan karya baru yang terinspirasi dari koleksi dan nilai budaya yang dimiliki. Melalui kegiatan seni, inovasi, penelitian, maupun kegiatan kreatif lainnya, museum dapat menjadi ruang yang mendorong lahirnya ide dan ekspresi budaya generasi masa kini.

3. Museum sebagai Ruang Berkolaborasi

Museum memiliki fungsi sebagai simpul pertemuan berbagai pihak, mulai dari komunitas, akademisi, pemerintah, dunia pendidikan, hingga pelaku industri kreatif. Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam menciptakan museum yang hidup, relevan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan kebudayaan dan pendidikan, di antaranya **Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Kepala Museum Monumen Mandala, Museum Karaeng Pattingalloang, Museum Lantamal, perwakilan Asosiasi Museum Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (AMIDA), Asosiasi Guru IPS Makassar, komunitas seni dan budaya se-Kota Makassar, mahasiswa dari Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Bosowa (UNIBOS), Universitas Negeri Makassar (UNM), Duta Budaya Kota Makassar, serta guru-guru IPS tingkat SMP dan SMA se-Kota Makassar.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pengembangan museum membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, akademisi, komunitas, pendidik, dan masyarakat. Museum bukan hanya menjadi ruang pelestarian masa lalu, tetapi juga menjadi ruang dialog dan kolaborasi untuk membangun masa depan kebudayaan. Melalui kegiatan sosialisasi ini, Museum Kota Makassar berupaya memperkuat pemahaman masyarakat bahwa museum adalah milik bersama. Dengan menjadikan museum sebagai ruang belajar, ruang berkarya, dan ruang berkolaborasi, diharapkan museum dapat semakin dekat dengan masyarakat serta berperan aktif dalam membangun kesadaran sejarah dan kebudayaan Kota Makassar. Museum untuk semua bukan hanya sebuah konsep, tetapi sebuah gerakan bersama untuk menjadikan museum sebagai ruang hidup yang terbuka, kreatif, dan bermakna bagi seluruh masyarakat.
image1.JPGFoto Bersama Pengurus AMIDA SulSel
image3.jpegFoto sedang Membawakan Materi