Dosen dan Mahasiswa Departemen Arkeologi UNHAS Terlibat Langsung Dalam Konservasi Koleksi Material Logam di Museum Kota Makassar
Makassar – Museum Kota Makassar melaksanakan kegiatan Konservasi Koleksi Material Logam sebagai bagian dari upaya pelestarian dan perawatan koleksi museum. Kegiatan ini merupakan proyek Museum Kota Makassar yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Tahun Anggaran 2026, dengan penanggung jawab kegiatan Dewi Anggraini, S.S. Kegiatan konservasi berlangsung selama kurang lebih satu pekan, yaitu pada Kamis, 13 Agustus 2026; Jumat, 14 Agustus 2026; Selasa, 18 Agustus 2026; dan Rabu, 19 Agustus 2026. Dalam pelaksanaannya, tim konservasi melakukan penanganan terhadap 28 koleksi material logam, termasuk beberapa koleksi paketan yang memiliki nilai sejarah dan budaya penting bagi Museum Kota Makassar.
Koleksi yang dikonservasi meliputi berbagai jenis benda metal, antara lain kettle samovar, pekinangan, kappara, penghisap chandu, mangkuk, pemecah pinang, lampu, tempat meludah, tempat sirih, talang, dan berbagai perlengkapan tradisional lainnya. Proses konservasi dilakukan untuk menjaga kondisi fisik koleksi, menghambat proses degradasi material, serta mempertahankan nilai historis dan estetika benda agar dapat terus dipelajari dan dimanfaatkan sebagai sumber informasi budaya. Dalam kegiatan ini, metode konservasi yang diterapkan menggunakan pendekatan konservasi intervensi dengan memanfaatkan kombinasi bahan kimia sintetis dan bahan kimia organik melalui pendekatan green conservation. Penggunaan bahan ramah lingkungan menjadi salah satu upaya untuk mencari metode konservasi yang efektif sekaligus aman bagi koleksi, lingkungan, dan pelaksana kegiatan. Selain proses konservasi fisik, dilakukan pula percobaan pendokumentasian menggunakan teknik fotogrametri terhadap dua koleksi sebagai langkah awal pengembangan dokumentasi digital koleksi museum.
Pelaksanaan kegiatan konservasi ini mendapatkan supervisi dari Erwin Mansyur Ugu Sarak dari Departemen Arkeologi Universitas Hasanuddin serta Ariyanto dari Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini juga melibatkan 10 mahasiswa Program Studi Arkeologi Universitas Hasanuddin yang diketuai oleh Nurhikmah Ramadhani, sebagai bentuk kolaborasi antara museum, akademisi, pemerintah, dan generasi muda dalam bidang pelestarian cagar budaya. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, penggunaan bahan konservan alami menunjukkan hasil yang baik dalam penanganan material logam. Sementara itu, penggunaan bahan sintetis juga memberikan hasil yang cukup efektif dalam membersihkan karat, kotoran, dan patina yang menempel pada permukaan koleksi. Namun, ditemukan bahwa beberapa bahan sintetis dapat memberikan sedikit perubahan warna pada permukaan koleksi sehingga diperlukan pertimbangan lebih lanjut dalam penggunaannya.
Hasil kegiatan ini merekomendasikan bahwa konservasi material logam ke depan lebih diarahkan pada penggunaan bahan organik atau green conservation yang lebih ramah lingkungan serta mampu menjaga karakter asli koleksi. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi alternatif metode konservasi yang berkelanjutan dalam menjaga koleksi logam museum. Setelah proses konservasi selesai, seluruh koleksi yang telah ditangani kemudian disimpan kembali di storage Museum Kota Makassar untuk tahap selanjutnya, yaitu kajian koleksi secara lebih mendalam sebelum nantinya dipersiapkan untuk ditampilkan dalam ruang pamer museum. Melalui kegiatan konservasi ini, Museum Kota Makassar menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan budaya, tidak hanya melalui penyimpanan koleksi, tetapi juga melalui upaya ilmiah untuk merawat, mendokumentasikan, dan memastikan koleksi tetap memiliki nilai edukasi bagi masyarakat dan generasi mendatang.



