SARJANA ARKEOLOGI
Dosen Prodi Arkeologi Unhas Berpartisipasi dalam ASBAM-X 2026
Administrator · 26 Agustus 2026

Dosen Prodi Arkeologi Unhas Berpartisipasi dalam ASBAM-X 2026

Makassar, 26 Agustus 2026 – Program Studi Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin kembali menunjukkan kiprah akademiknya di tingkat internasional melalui partisipasi aktif dosen dalam Seminar Antarabangsa Ke-X Arkeologi, Sejarah dan Budaya di Alam Melayu (ASBAM-X 2026) yang berlangsung mulai 27 - 28 Agustus 2026 di Melaka, Malaysia.

Keterlibatan ini menjadi bagian dari komitmen Prodi Arkeologi dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya pada aspek mobilitas dosen, pengakuan akademik, serta kontribusi riset di forum ilmiah internasional. 

Pada ASBAM-X 2026, sejumlah dosen Prodi Sarjana Arkeologi Unhas tampil sebagai pembentang dengan topik penelitian yang beragam: 

NoNama DosenTopik Penelitian
1Prof. Dr. Akin Duli, M.A.Bukti Multiproksi untuk Penggunaan Gua dan Foraging Prasejarah di Karst Taccipi Depresi Walnena, Sulawesi Selatan
2Dr. Khadijah Thahir Muda, M.Si.Strategi Pelestarian Tongkonan di Situs Buntu Pune Kabupaten Toraja Utara: Integrasi Kearifan Lokal dan Pendekatan Keberlanjutan dalam Konservasi Arsitektur Tradisional
3Dr. Erni Erawati, M.Si.Pola Triparti pada Penataan Kawasan Permukiman dan Hutan pada Masyarakat Tradisional Kajang Berdasarkan Kepercayaan Pantutung
4Dr. Rosmawati, S.S., M.Si.Stratifikasi Sosial Masyarakat Mandar: Analisis Arkeologi Kompleks Makam Lombeeng Susu, Majene, Sulawesi Barat
5Yusriana, S.S., M.A.Menghidupkan Warisan Kota: Peran Komunitas dalam Praktik Living Heritage di Kawasan Kota Lama Makassar
6Riska Faradila Nazar, S.S., M.Hum.Representasi Gender pada Nisan Arca di Sulawesi Selatan
7Drs. Laode Muhammad Aksa, M.Hum.Model Tata Kelola Kolaboratif Kawasan Cagar Budaya Nasional Benteng Wolio Berbasis Cultural Resource Management (CRM)

Partisipasi ini tidak hanya memperkuat posisi Prodi Sarjana Arkeologi dalam jaringan akademik internasional, tetapi juga menegaskan kontribusi nyata dosen dalam pemeliharaan warisan budaya dan pengembangan ilmu pengetahuan lintas disiplin. 

Ketua Prodi Sarjana Arkeologi menegaskan bahwa keikutsertaan dosen dalam ASBAM-X 2026 merupakan wujud nyata pencapaian IKU sekaligus strategi penguatan reputasi akademik. “Melalui forum internasional ini, dosen Arkeologi Unhas tidak hanya membentangkan hasil riset, tetapi juga membangun jejaring kolaborasi yang akan memperkaya pengembangan ilmu dan pengabdian masyarakat,” ujarnya. 

Dengan capaian ini, Prodi Arkeologi berharap dapat terus memperluas kontribusi akademik di tingkat regional dan global, sekaligus memperkuat posisi Universitas Hasanuddin sebagai pusat unggulan kajian budaya dan sejarah.