SARJANA ARKEOLOGI

Ekskavasi Arkeologi: Penguatan Kompetensi Lapangan Mahasiswa Arkeologi FIB Unhas di Situs Prasejarah Maros

Blog Post Image

Administrator · 07 Nov 2025

Maros, 7–15 November 2025 — Sebanyak 76 mahasiswa angkatan 2024 dari Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin mengikuti kegiatan ekskavasi arkeologi sebagai bagian dari rangkaian pembelajaran Mata Kuliah Wajib Praktikum Ekskavasi. Kegiatan ini berlangsung selama sembilan hari di dua situs penting di Kabupaten Maros, yaitu Situs Wae Menre’E di Dusun Palacari, Desa Mattampapole, Kecamatan Mallawa, dan Situs Leang Sanropengo di Desa Bontolempangan, Kecamatan Bontoa.

Sebelum terjun langsung ke lapangan, seluruh peserta telah mengikuti kegiatan pelatihan ekskavasi yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2025. Pelatihan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman teknis dan metodologis ekskavasi, serta memperkenalkan prosedur dokumentasi dan analisis artefak. Kegiatan pelatihan difasilitasi oleh dosen pengampu mata kuliah dan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sehingga mahasiswa mendapatkan arahan langsung dari para praktisi berpengalaman.

Sebelum berangkat ke lokasi ekskavasi, para mahasiswa secara resmi dilepas oleh Ketua Departemen Arkeologi, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian integral dari pembentukan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa. Beliau juga mengingatkan agar seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan, serta senantiasa memperhatikan dan menerapkan prosedur akademik dan prosedur pelestarian cagar budaya selama berada di lapangan.

Ekskavasi ini didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah, yaitu Dr. Muhammad Nur, Suryatman, S.S., M.Hum, dan Andi Muhammad Syaiful, S.S., M.A, serta melibatkan kolaborasi dengan dosen praktisi dari BRIN: Dr. Hasanuddin dan Zubair Masud, M.Hum dari Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah, serta Fakhri, M.Hum dari Pusat Riset Arkeometri. Para fasilitator akan mendampingi mahasiswa mulai dari kegiatan ekskavasi di lapangan hingga proses analisis artefak di laboratorium.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membentuk kompetensi dasar mahasiswa arkeologi, khususnya dalam memahami metode ekskavasi sebagai ciri khas penelitian arkeologi. Selain itu, keterlibatan para peneliti dari BRIN memperkaya pengalaman mahasiswa dalam berinteraksi dengan pendekatan riset terkini dan lintas disiplin.

Dengan semangat kolaboratif dan komitmen terhadap pelestarian warisan budaya, ekskavasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas akademik mahasiswa, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pengungkapan dan pemahaman situs-situs prasejarah di Sulawesi Selatan.

sebelumnya
Sosialisasi Zona Integritas FIB Unhas: Komitmen Menuju WBK dan WBBM
selanjutnya
Workshop Koleksi Museum Karaeng Pattingalloang: Sinergi Akademisi dan Praktisi untuk Pelestarian Warisan Budaya Sulawesi Selatan