SARJANA ARKEOLOGI

Workshop Koleksi Museum Karaeng Pattingalloang: Sinergi Akademisi dan Praktisi untuk Pelestarian Warisan Budaya Sulawesi Selatan

Blog Post Image

Administrator · 14 Nov 2025

Makassar, 14 November 2025 — Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Workshop Koleksi Museum Karaeng Pattingalloang di Gedung Mulo, Makassar. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kapasitas pengelolaan museum sekaligus meneguhkan komitmen pelestarian warisan budaya daerah.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulawesi Selatan, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam menjaga keberlanjutan museum sebagai pusat pengetahuan dan identitas budaya.  

Workshop menghadirkan tiga narasumber utama:  

  1. Dr. Yadi Mulyadi, Ketua Departemen Arkeologi Universitas Hasanuddin, memaparkan urgensi konservasi koleksi museum sebagai langkah fundamental dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Sulawesi Selatan.  
  2. Dott. Erwin Mansyur U. Saraka, M.Sc, dosen Departemen Arkeologi Unhas, menyampaikan materi teknis konservasi berbasis sains, menekankan metode ilmiah untuk memastikan koleksi tetap terjaga kualitas dan keasliannya.  
  3. Ibu Indah, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX sekaligus mahasiswa S2 Arkeologi FIB Unhas, memberikan paparan mengenai prosedur konservasi koleksi, dengan fokus pada standar operasional yang dapat diterapkan di museum daerah.  

Dipandu oleh Ibu Dyah dari Prodi Antropologi UNM sebagai moderator.

Peserta workshop terdiri dari pengelola museum se-Sulawesi Selatan serta mahasiswa Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin dan mahasiswa Program Studi Sejarah Universitas Negeri Makassar. Tercatat sebanyak 20 mahasiswa Arkeologi Unhas turut aktif mengikuti kegiatan ini, memperlihatkan antusiasme generasi muda dalam mendalami praktik konservasi.  

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas pengelolaan museum, mendorong penerapan konservasi berbasis sains, serta memperluas jejaring akademisi dan praktisi kebudayaan di Sulawesi Selatan.

sebelumnya
Ekskavasi Arkeologi: Penguatan Kompetensi Lapangan Mahasiswa Arkeologi FIB Unhas di Situs Prasejarah Maros
selanjutnya
Kunjungan Ketua Departemen Arkeologi ke Ekskavasi Mahasiswa di Situs Sanro Pengo, Kabupaten Maros